Ratusan Jiwa di Daerah Ini Masih Buta Huruf

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Pergantian tahun setiap wilayah di Kabupaten Cianjur gencar melakukan pembangunan di berbagai lini. Tak ingin ketinggalan, Kelurahan Bojongherang pun turut mengibarkan bendera perang terhadap angka buta huruf yang ada di wilayahnya.

Lurah Bojongherang, N Didi memaparkan, jumlah penduduk Bojongherang kini mencapai sekitar 15.515 jiwa. Dari angka itu, sebesar 1,44 persen penduduk masih dinyatakan dalam buta huruf. Artinya, masih ada sekitar 223 jiwa yang belum melek huruf.

Untuk memeranginya, Bojongherang mengusung program Bedah Kampung. Secara teknis, dari Bedah Kampung, Bojongherang berhasil menyekolahkan anak yang drop out dan tidak mampu.

“Sudah terlaksana pelaksanaan KF (Keaksaraan Fungsional ) di beberapa RW,” ujar Didi kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id).


Baginya, masyarakat sudah menyadari pentingnya arti pendidikan. Pada umumnya, usia sekolah banyak terputus akibat harus membantu orangtua demi mencari nafkah keluarga. “Sarana dan prasarana pendidikan yang ada di Kelurahan Bojongherang sudah cukup memadai,” terang Lurah.

Tak hanya sampai disitu saja, Bojongherang pun rutin menggelar ragam pelatihan bagi pemuda. Salah satunya memberikan latihan merangkai dan memperbaiki sepeda motor. Tak bisa seorang diri, Bojongherang kerap menggandeng Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat sebagai pemateri.

Lebih lanjut Didi menerangkan, keterampilan mampu memberikan bekal bagi pemuda agar dapat membuka usaha sendiri. “Dapat menekan tindak negatif kaum muda yang dinilai kerap meresahkan masyarakat,” ungkapnya. (yaz/dep)