Para Menteri dan Anggota DPR Perlu Diajari Soal HIV-AIDS

Rachmat Gobel
Rachmat Gobel
Rachmat Gobel

POJOKSATU – Daripada mengeluarkan pernyataan menyesatkan, lebih baik pemerintah segera mengambil langkah serius menangani persoalan HIV dan AIDS.

Demikian dikatakan aktivis Indonesia AIDS Coalition (IAC), Ayu Octariani, Rabu (4/2).

Sebelumnya ia mengecam Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, karena tidak memiliki pengetahuan memadai dan mengumbar informasi yang salah soal HIV/AIDS. Gobel dinilai menyesatkan masyarakat karena mengimbau masyarakat tidak memakai baju bekas impor agar tidak tertular virus HIV.

Pernyataan Menteri Gobel ini menyesatkan masyarakat, mengingat infeksi HIV hanya bisa terjadi lewat kontak darah melalui hubungan seks tanpa pengaman yang mana salah satu pelakunya sudah terinfeksi HIV. Atau lewat penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian, perinatal dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayinya, serta melalui air susu ibu yang terinfeksi HIV kepada bayinya.


Karena itu, Ayu berharap pemerintah segera mengambil langkah serius menangani persoalan HIV dan AIDS daripada mengeluarkan penyataan-pernyataan yang menyesatkan.

Dia menyebutkan, salah satu bentuk ketidakseriusan pemerintah menangani persoalan HIV dan AIDS adalah masih bergantungnya pendanaan bagi program penanggulangan AIDS dari bantuan luar negeri. Hal lain yang jadi indikator adalah terus meningkatnya secara signifikan kasus HIV pada perempuan dan anak.

Dengan masih beredarnya salah paham mengenai HIV dan AIDS di kalangan pejabat pemerintah, lanjut Ayu, mengindikasikan mereka masuk dalam kriteria kelompok risiko tinggi terinfeksi HIV karena minimnya informasi akurat tentang HIV yang mereka miliki.

“Kami dari Kampanye ODHA Berhak Sehat bersedia memberikan learning session bagi para menteri kabinet sekarang dan juga anggota DPR terkait informasi akurat pencegahan dan penanggulangan HIV. Sehingga, para menteri dan anggota DPR bisa melindungi dirinya dan keluarganya dari infeksi HIV serta membuat pernyataan serta kebijakan yang produktif terhadap program penanggulangan AIDS,” ucapnya. (ald/rmol/dep)