Menteri Gobel Nggak Jelas Kayak Menteri Tedjo Aja…

Rachmat Gobel
Rachmat Gobel
Rachmat Gobel

POJOKSATU – Publik media sosial ketawa ngakak mendengar Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan bahwa baju impor bekas bisa menularkan virus HIV. Tweeps menilai, pernyataan Mendag itu nggak jelas seperti pernyataan Menteri Tedjo soal rakyat tidak jelas.

Di Twitter, account @omarsyarif17 tertawa mendengar Mendag Rachmat Gobel mengatakan, baju bekas impor dapat menularkan virus HIV. Menurutnya, pernyataan Mendag tidak benar. “Mungkin waktu ngomong pak menteri lagi kelelahan, haha,” ledeknya.

Account @Protagonista menilai, pernyataan Mendag Gobel ngasal dan sembarangan. Diibaratkannya, pernyataan Mendag tersebut sama dengan pernyataan kontroversial Menkopolhukam Tedjo Edhy soal ‘rakyat tidak jelas’. “Tedjo nih,” sindirnya.

Account @baneraja mengaku heran mendengar pernyataan Menteri Gobel. Sebab, sepengetahuannya guru-guru di sekolah mengatakan, virus HIV tidak menular melalui pakaian. Guruku semua bilang HIV nggak nular melalui pakaian. Tapi nggak tau deh, Pak Gobel belajar dari guru siapa ya?’ guraunya.


Account @HUB_N berkicau, wajar rakyat biasa tidak mengetahui cara penularan virus HIV. Sebab, pejabat negara pun tidak paham.

“Menteri kabinet saja nggak tau, keterlaluan,” ledeknya.

Account @Kintu79 memperkirakan, Mendag Gobel akan terkenal setelah mengatakan pakaian bekas dapat menularkan virus HIV.

“Pengen terkenal seperti Menteri Susi, tapi caranya salah, hehe,” candanya.

Account @bapanyaesa berkelakar, menyarankan Menteri Gobel memperbanyak pengetahuan tentang ilmu kesehatan dari karyawan di kementeriannya. “Pak Menteri kayaknya harus dikasih ilmu lagi sama bawahannya,” sindirnya.

Account @abrahamsomad mempersilakan kalau Mendag Gobel mau membasmi peredaran baju bekas impor di pasaran. Asalkan, caranya cerdas dan masuk akal. “Ini kebablasan,” sentilnya.

Account @logika27 berharap, di masa yang akan datang Menteri Gobel lebih berhati-hati ketika melontarkan pernyataan, di depan khalayak ramai.

“Ceplas ceplos boleh pak, yang penting masuk akal,” kicaunya.

Account @Robinkanaya mengingatkan, pernyataan Menteri Gobel dapat membingungkan masyarakat. “Pola pikir pak Gobel kayaknya harus diluruskan, hehe,” katanya.

Account @Ferianto9091 heran mengetahui anggota kabinet kerja Presiden Joko Widodo masih belum mengetahui cara penularan virus HIV. “Mungkin ide dan konsep omongannya mengacu pada lidah tak bertulang,” ujarnya.

Berbeda, Tweeps @kintu meminta publik tidak mendramatisir pernyataan Mendag Gobel. Menurutnya, wajar seorang pejabat negara salah ketika memberi penjelasan. “Harap dimaklumi saja,” belanya.

Tweeps @sanjayator menduga, Menteri Gobel tidak sengaja ketika melontarkan pernyataan kontroversial. Saran dia, publik memaafkan kekeliruan yang dilakukan oleh Mendag. Kan sudah minta maaf,” katanya.

Tweeps @Ajiwar menilai, tidak ada yang salah dengan pernyataan Menteri Gobel. Kata dia, memakai baju bekas memang bisa tertular virus HIV. “Benar kok pak. Kalau pakai baju bekas saat hubungan badan dengan PSK, bisa tertular HIV itu, wkwkwk,” kelakarnya.

Sub devisi AIDS dan PMS Kementerian Kesehatan dr Endang Budi Hartuti menjelaskan, HIV (Human Imunodeficiency Virus) hanya menular melalui tiga cara. Yakni, lewat darah, cairan kelamin, dan dari ibu ke anak. Kata dia, tidak tepat jika HIV disebut-sebut bisa menular melalui pakaian bekas.

“Sampai saat ini penularan HIV hanya melalui tiga cara tersebut. Selain itu, virus HIV hanya bisa hidup di tubuh manusia, jadi begitu keluar dari tubuh manusia dia akan mati,” tegasnya,

Endang mengatakan, Virus HIV punya survival yang tidak begitu bagus ketika sudah berada di luar tubuh manusia. Ketika cairan kelamin seperti sperma atau darah menempel di pakaian dan sudah kering, virus tidak akan menular. Apalagi, mengingat butuh waktu beberapa lama pakaian bekas bisa sampai di tangan pembeli. Sehingga, bisa dipastikan virus sudah mati.

Endang juga menekankan, sampai sekarang belum pernah ada kasus yang tercatat oleh Kemenkes bahwa penularan HIV bisa terjadi lewat penggunaan pakaian bekas.

“Sebab, hanya melalui kontak darah seperti penggunaan jarum suntik bersama, cairan kelamin (hubungan seksual), dan dari ibu ke anaklah HIV bisa menular,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, Mendag Gobel geram terhadap maraknya peredaran baju bekas di Tanah Air. Padahal, kata Gobel, baju bekas impor tersebut bisa jadi mengandung berbagai penyakit. Bahkan Gobel menyebut bahwa pakaian bekas bisa menularkan virus HIV. Namun, Gobel kemudian memberikan klarifikasi seputar pernyataannya tersebut.

“Mohon maaf, saya klarifikasi: mengenai pemakaian pakaian bekas bisa menularkan berbagai macam penyakit, Thanks atas koreksi berbagai pihak ..,” sebut Gobel melalui account twitter @RachmatGobel yang dikutip, kemarin.

Sebelumnya, Gobel mengatakan, menurut penelitian laboratorium, banyak penyakit yang ditularkan dari pakaian bekas impor, mulai dari penyakit kulit hingga HIV. “(Penyakit) kulit, bisa kena HIV. Beneran, itu sudah ada hasil laboratoriumnya,” ucapnya.

Oleh karena itu, ujar bos Panasonic itu, pihaknya akan keras dalam menindak pakaian bekas impor yang masuk. Bila ada penangkapan penyelundupan pakaian bekas, Gobel tak segan langsung membakarnya. Dia juga akan bekerja sama dengan pihak Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Lantas lewat mana pakaian bekas impor ini banyak masuk? “Riau, Sulawesi Tenggara katanya. Banyak di mana-mana masuk. Masuknya juga pakai kapal nelayan yang kalau itu diberantas untuk Bu Susi (Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan) akan berdampak luas. Bukan hanya illegal fishing, tapi juga untuk perdagangan kita sebetulnya,” papar Gobel. (rmol/dep)