Kemarin Berbakteri, Kini Waspada Buah Berpestisida

RAZIA: Sejumlah petugas dari Dinas UMKM DKI Jakarta bersama dengan BPOM DKI Jakarta melakukan penyitaan buah apel yang dijual di toko buah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (29/1). (Haritsah Almdutsir/Jawa Pos)
RAZIA: Sejumlah petugas dari Dinas UMKM DKI Jakarta bersama dengan BPOM DKI Jakarta melakukan penyitaan buah apel yang dijual di toko buah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (29/1). (Haritsah Almdutsir/Jawa Pos)
RAZIA: Sejumlah petugas  melakukan penyitaan buah apel yang dijual di toko buah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.

POJOKSATU – Belum cukup nampaknya kehebohan yang ditimbulkan bakteri pada apel dalam satu pekan terakhir ini. Kini, setiap masyarakat pun diimbau agar lebih berhati-hati membeli buah. Meskipun bukan apel, namun masyarakat wajib waspada terhadap keberadaan pestisida yang pada umumnya menempel pada kulit buah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Dindin Budhi menerangkan, ada banyak racun yang terdapat dalam kulit buah, salah satunya pestisida. Untuk menghindari efek pestisida, masyarakat wajib membeli bahan khusus pencuci buah.

Menurutnya, air biasa sudah efektif membersihkan residu pestisida. “Vinegar atau cuka mampu mengurangi bakteri hingga 90 persen dan virus 95 persen,” terang Kadis. Secara teknis, cuci buah menggunakan campuran cuka dan air dengan perbandingan 1:3.

Setelah itu, cuci buah di bawah air mengalir selama 30 detik. Air yang mengalir mampu menghilangkan residu pestisida yang menempel dan mengering dalam buah. “Cuci tangan terlebih dahulu dengan bersih sebelum mencuci buah,” imbaunya.


Ia menjelaskan, bahaya pestisida bagi kesehatan beranekaragam. Pestisida mampu membawa dampak kemandulan hingga keguguran bagi ibu hamil. Gal itu dinilai rawan karena pada umumnya ibu hamil kerap mengkonsumsi buah-buahan.

Selain itu, pestisida mampu memicu tumbuhnya kanker di dalam tubuh. Untuk mengantisipasinya, dalam waktu dekat Dinkes akan melakukan sosialisasi ke sejumlah warga. “Kita akan turun juga ke sejumlah wilayah khususnya daerah pedalaman,” paparnya. (yaz/dep)