Diyakini, Hubungan Jokowi dan Mega Tidak Akan Terusik Budi Gunawan

Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri
Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri
Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri

POJOKSATU- Para elite politik diminta tidak membenturkan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Ada gelagat bahwa sasaran tembak sebenarnya adalah Jokowi, namun dengan terlebih dahulu menyerang Megawati.

“Pendukung Jokowi jangan mau terperangkap. Permainan semakin canggih, lihai dan menusuk,” kata Ketua Umum Sekretaritat Nasional Jokowi (Seknas Jokowi), Muhammat Yamin, dalam keterangan pers yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (4/2).

Yamin mengatakan, banyak waktu dan energi bangsa yang telah terbuang akibat saling cakar antara Polri dan KPK. Saling lempar pernyataan ditambah manuver-manuver politik, hanya membuat hal-hal yang mulai lurus kembali bengkok, yang mulai dingin kembali hangat.


Esensi dalam penyelesaian masalah Polri dan KPK kian tidak jelas. Bahkan akhir-akhir ini banyak pihak yang berusaha memisahkan Jokowi dari Megawati, yang terkait dengan rencana pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri.

“Seknas melihat, hubungan Megawati dengan Jokowi tidak akan terganggu dalam masalah Komjen BG. Hubungan personal keduanya telah terbangun lama sejak Jokowi diberikan mandat menjadi Walikota di Solo oleh Megawati pada tahun 2004. Kedekatan keduanya dapat saja menimbulkan kecemburuan berbagai pihak terutama di internal partai PDIP, walau itu manusiawi juga. Apa salah Bu Mega?” ujarnya.

Menurutnya, PDIP dan Megawati sendiri selalu menghargai penunjukan Kapolri maupun Panglima TNI selama 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Sebagai mantan Presiden, Mega sangat memahami pentingnya seorang Kapolri dan pentingnya seorang Panglima TNI dalam melindungi masyarakat, terutama dalam menjalankan tugasnya melindungi seorang Presiden. (ald)