Akil Mochtar Akui Ada Pengaturan Menangkan Ujang Iskandar

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga terpidana seumur hidup kasus suap, Akil Mochtar, keluar dari kantor Bareskrim Polri, Jakarta sekitar pukul 23.20 WIB. Dia diperiksa selama kurang lebih dua jam sebagai saksi kasus keterangan palsu yang menjerat pimpinan KPK, Bambang Widjojanto alias BW. Dalam kasus yang terkait sengketa Pilkada Kotawaringin Barat itu, Akil diperiksa selaku mantan hakim yang menangani perkara di MK.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga terpidana seumur hidup kasus suap, Akil Mochtar, keluar dari kantor Bareskrim Polri, Jakarta sekitar pukul 23.20 WIB. Dia diperiksa selama kurang lebih dua jam sebagai saksi kasus keterangan palsu yang menjerat pimpinan KPK, Bambang Widjojanto alias BW. Dalam kasus yang terkait sengketa Pilkada Kotawaringin Barat itu, Akil diperiksa selaku mantan hakim yang menangani perkara di MK.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga terpidana seumur hidup kasus suap, Akil Mochtar, keluar dari kantor Bareskrim Polri, Jakarta sekitar pukul 23.20 WIB.

POJOKSATU- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, selesai diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi kasus pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, sekitar pukul 23.20 WIB (Rabu, 4/2).

Akil dipinjam untuk bersaksi dalam kasus kesaksian palsu yang menjerat Bambang Widjojanto alias BW dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat pada tahun 2010. Waktu itu Akil menjadi hakim yang menangani perkara. Sementara BW dijadikan tersangka oleh Bareskrim dalam kasus mengarahkan saksi untuk bersaksi palsu dalam persidangan.

Terpidana seumur hidup dalam kasus suap ini tergesa-gesa meninggalkan Bareskrim dan hanya sedikit memberikan keterangan pers.

“Sekitar 15 sampai 20,” ucap Akil ketika ditanya soal berapa jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik.


Akil juga menepis pemberitaan soal transaksi suap di dalam mobil miliknya antara dirinya dan BW.

“Enggak ada pemberian uang di dalam mobil,” tegasnya.

Ia membenarkan ada pertemuan dengan BW terkait perkara itu dan saksi-saksi yang disidangkan di MK.

“Berkaitan dengan perkara itulah, Kotawaringin Barat itu dan sehubungan dengan saksi-saksi yang disidangkan di MK,” ungkapnya.

“Enggak ada transaksi. Artinya, pada saat itu kan BW ikut mobil saya, dia mau pulang ke Depok, nah saya antarkan sampai Pasar Minggu, di dalam mobil itulah pembicaraan pembicaraan yang berkaitan dengan perkara Kotawaringin Barat itu,” lanjut Akil.

Soal isi pembicaraan dengan BW itu, Akil enggan membukanya kepada wartawan.

“Pembicaraannya nanti saja deh sama penyidik,” kilahnya.

Namun, Akil mengakui ada pengaturan untuk memenangkan pasangan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto yang dibela oleh BW dalam perkara itu.

“Ya, memang ada (pengaturan),” tegasnya tanpa menjelaskan lebih rinci dan langsung masuk ke mobil tahanan KPK. (ald)