Warga Banyumas Sambut Baik Raymond Jadi Kandidat Presiden Suriname

Raymond Sapoen , Calon Presiden Suriname. Foto: www.gfcnieuws.com
Raymond Sapoen , Calon Presiden Suriname. Foto: www.gfcnieuws.com
Raymond Sapoen , Calon Presiden Suriname. Foto: www.gfcnieuws.com

POJOKSATU – Warga Desa Desa Kanding, Banyumas Jawa Tengah menyambut baik pencalonan Raymond Sapoen menjadi kandidat presiden Suriname.

Ketua Ketua RT01/RW01 Desa Kanding, Haryono, mengaku sempat terkejut ketika pertama kali mendengar kabar tentang Raymond, yang merupakan keturunan dari Sapoen, warga keturunan Desa Kanding, Kecamatan Somagede-Banyumas. Raymond saat ini menjabat Menteri Pendidikan Suriname

Ia mengaku bangga karena ada warga keturunan kampunya bisa menjadi orang besar di luar negeri. Menurut dia, penduduk senang mendengar kabar itu. “Bagaimanapun, jika memang Raymond keturunan warga Kanding, mudah-mudahan bisa membanggakan desa kami,” kata Haryono.

“Saya sempat berbicara dengan warga untuk menelusuri kabar itu. Bahkan, kami ikut senang karena jika memang dia (Raymond) keturunan Kanding, dia bisa membanggakan desa ini,” katanya, seperti dikutip Antara, Rabu (4/02).


Lebih lanjut, Haryono mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelusuran, beberapa warga Kanding masih memiliki hubungan keluarga dengan Raymond Sapoen. Menurutnya, pertalian saudara itu berasal dari buyut kandidat calon Presiden Suriname itu.

“Mencari jejak keluarga Sapoen di sini memang agak sulit. Karena yang kami dengar, pertalian saudaranya dari nenek buyut Raymond Sapoen, yakni Sadem, yang merupakan ibunda Sapoen atau kakek Raymond Sapoen,” katanya.

Sementara untuk keluarga kakek buyut Raymond Sapoen sendiri, Samir sudah tidak diketahui keberadaannya karena banyak yang telah meninggal dunia.

Salah seorang saudara sepupu Sapoen (kakek Raymond Sapoen), Radam, mengatakan bahwa pada masa penjajahan Belanda, Sapoen pergi untuk bekerja di Sumatra bersama kedua orangtuanya, yakni Samir dan Sadem.

“Mereka tidak pernah pulang ke Kanding. Kabarnya pergi ke luar negeri, tapi enggak tahu ke mana. Selama masih di Kanding, Sapoen belum sempat menikah,” kata dia yang usianya selisih tiga tahun dengan Sapoen.

Untuk diketahui, Sapoen, buyut Raymond, meninggalkan Jawa 83 tahun silam. Banyumas merupakan salah satu basis pengerahan tenaga kerja oleh Belanda ke Suriname. (ril)