Wah…Pria Berdarah Banyumas Ini Calonkan Diri Jadi Presiden di Negara Lain

Raymond Sapoen , Calon Presiden Suriname. Foto: www.gfcnieuws.com
Raymond Sapoen , Calon Presiden Suriname. Foto: www.gfcnieuws.com
Raymond Sapoen , Calon Presiden Suriname. Foto: www.gfcnieuws.com

POJOKSATU – Dua bulan lagi, Suriname, negara bekas jajahan Belanda ini akan menghelat pesta demokrasi untuk memilih calon presiden mereka. Menariknya, salah satu kandidat presidennya adalah pria keturunan Jawa dari Desa Kanding, Kecamatan Somagede-Banyumas Jawa Tengah, Raymond Sapoen.

Kabar mengenai adanya keturunan warga Desa Kanding yang menjadi kandidat calon Presiden Suriname terungkap dari tulisan seorang penulis bernama Arie Grobbe. Ia melakukan penelusuran di tanah leluhur Raymond Sapoen.

Dalam tulisannya, Arie yang aktif di sebuah perkumpulan warga Jawa-Belanda itu menyebutkan bahwa nama Sapoen yang berangkat ke Suriname pada zaman penjajahan Belanda hanya ada dua orang, yaitu Sapoen dari Desa Kanding, Banyumas, dan Sapoen dari Desa Kedungwuluh, Purbalingga.

Akan tetapi Sapoen yang paling mirip dengan kandidat calon Presiden Suriname, Raymond Sapoen, adalah Sapoen yang dari Desa Kanding, Banyumas.


Hal itu diketahui berdasarkan foto Raymond Sapoen yang mirip dengan wajah salah seorang warga Desa Kanding, yakni Parsono, serta penuturan Radam yang juga saudara sepupu Sapoen.

“Saya ingin agar bisa menyambung tali silaturahmi antara warga Jawa yang berada di Suriname dan yang masih tersisa di sini karena mereka telah lama mereka terputus dengan tanah leluhurnya,” kata Arie saat dihubungi wartawan.

Untuk diketahui, Republik Suriname (Surinam), dulu bernama Guyana Belanda atau Guiana Belanda, adalah sebuah negara di Amerika Selatan dan merupakan bekas jajahan Belanda. Negara ini berbatasan dengan Guyana Perancis di timur dan Guyana di barat. Di selatan berbatasan dengan Brasil dan di utara dengan Samudra Atlantik.
Di Suriname tinggal sekitar 75.000 orang Jawa yang dibawa ke sana dari Hindia Belanda antara tahun 1890-1939.(ant/ril)