SAMAD Minta Publik Tak Intervensi Hakim Sarpin Rizaldi

thumb_533356_06015904022015_foto

POJOKSATU- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi (SAMAD) menyambangi PN Jakarta Selatan, Rabu (4/2). Tujuannya, meminta Hakim Sarpin Rizaldi untuk bisa adil dalam memberikan putusan terhadap sidang praperadilan yang diajukan oleh Komjen Pol Budi Gunawan.

Hakim Sarpin diminta untuk menggunakan hati nuraninya dalam menyampaikan putusannya. Pasalnya, mereka menilai penetapan status tersangka Komjen BG oleh KPK bermuatan politis dan tidak berlandaskan Undang-Undang.

“Kami memberi dukungan kepada hakim Sarpin dari tekanan/intervensi dari pihak manapun. Penetapan status tersangka BG jelas ada unsur dendam oleh pimpinan KPK karena tidak bisa menjadi pendamping Presiden Jokowi,” teriak Koordinator aksi Bambang saat berorasi dengan mengenakan topeng Abraham Samad dan maskernya.


Dalam aksinya tersebut, para demonstran juga menggelar spanduk bertuliskan ‘Hakim Sarpin Gunakan Hati Nuranimu di Sidang Praperadilan. Penetapan Tersangka BG oleh KPK Bernuansa Politis dan Tidak Berlandaskan UU, dan SAMAD: Hakim Sarpin Rizaldi Punya Nurani Baik, Publik Jangan Takut’.

Bambang menegaskan, semua pihak harus menghormati kemandirian hakim yang menangani gugatan praperadilan tersebut. Itu penting dilakukan agar tidak ada kecurigaan terhadap Sarpin.

“Jika kredibilitas Sarpin memang tidak baik, maka Sarpin pasti tidak bisa menangani sidang praperadilan. Penempatan hakim pada sidang yang strategis adalah bukti bahwa kredibilitas Sarpin tidak diragukan lagi,” jelasnya.

Selain itu, Bambang menilai jika nanti putusan hakim mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan BG, maka sepenuhnya hak subjektif hakim dengan menggunakan landasan-landasan yang objektif. Maka harus dihargai dan dihormati keputusannya.

“Biar hakim bekerja sesuai hukum yang berlaku dan memutuskannya dengan hati nuraninya,” tandasnya. (mel)