Kubu Aburizal Bakrie Merasa Sudah Menang

Ade Komaruddin
Ade Komaruddin
Ade Komaruddin
Ade Komaruddin

POJOKSATU- Pengurus DPP Partai Golkar versi Munas IX di Bali mengklaim telah memenangkan legalitas mereka lewat jalan pengadilan yang sedang berjalan.

“Sekarang peradilan berjalan. Kami sudah menang di Jakarta Pusat, tinggal menunggu di Jakarta Barat,” kata Ketua DPP Golkar versi Munas Bali, Ade Komaruddin, usai menghadiri diskusi “Quo Vadis UU Pilkada” di Horapa Resto, Menteng, Jakarta (Rabu, 4/2).

Karena kemenangan itu, pengurus Golkar yang dipimpin Aburizal Bakrie (Ical) optimis dalam menghadapi ajang pemilihan kepala daerah langsung yang segera digelar tahun ini.

Menurut Ade, dalam waktu dekat, pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM menerbitkan surat keterangan tentang kepengurusan Golkar yang diakui saat ini dan berhak untuk mengikuti Pilkada. Kepengurusan terakhir yang terdaftar dalam lembaran negara adalah hasil Munas Riau tahun 2009 lalu.


“Pilkada tidak ada masalah. Memang kepengurusan sampai sekarang itu kepengurusan yang terdaftar di Kemenkum HAM, itu kepengurusan siapa? Yang hasil Munas Bali dan Jakarta itu belum mendapatkan keputusan hukum,” jelasnya.

Kuasa hukum Golkar kubu Munas Bali (Aburizal Bakrie), Yusril Ihza Mahendra, menerangkan, Majelis Hakim PN Jakarta Pusat mengabulkan eksepsi Tergugat Aburizal Bakrie, Idrus Marham dkk, yang diwakili kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra, Widodo Iswantoro dkk, dari kantor hukum IHZA & IHZA Law Firm.

Para kuasa hukum mengajukan eksepsi kompetensi absolut dan relatif bahwa PN Jakpus tidak berwenang mengadili gugatan Agung Laksono dkk. Dan, seluruh argumen kuasa hukum Aburizal Bakrie dkk diterima majelis hakim, bahwa PN Jakpus tidak berwenang mengadili gugatan Agung Laksono dkk.

“Sebab berdasarkan pasal 32 jo pasal 33 UU Parpol, perkara perselisihan parpol harus diselesaikan secara internal melalui mahkamah partai,” kata Yusril.

Dengan putusan ini, ia selaku kuasa hukum Aburizal, Idrus Marham dkk, akan lebih fokus tangani perkara di PN Jakbar di mana DPP Golkar yang dipimpin Aburizal menggugat keabsahan keberadaan Tim Penyelamat Partai Golkar. (ald)