Impor Pakaian Bekas Disetop, Pedagang: Saya Menyesal Pilih Jokowi

Pedagang pakaian bekas impor di Makassar.
Pedagang pakaian bekas impor di Makassar.
Pedagang pakaian bekas impor di Makassar.

POJOKSATU –  Pedagang pakaian bekas impor di Makassar menolak kebikajan pemerintah untuk menghentikan impor pakaian bekas sebagaimana disampaikan Menteri Perdagangan, Rachmat
Gobel.

Soalnya bisnis pakaian bekas (disebut ‘cakar’ di Makassar) di Sulawesi Selatan sangat prospektif dan banyak warga yang menggeluti bisnis cakar ini.

Menurut salah satu pedagang pakaian impor bekas (cakar sebutan di Sulsel), Yusriadi (35) mengatakan kebijakan tersebut akan menambah angka pengangguran Indonesia.

“Di Makassar saja ada ribuan pedagan cakar. Bayangkan bila kebijakan ini di berlakukakan, pedagan cakar di seluruh Indonesia pasti menganggur,“ ujar Yusriadi di Pasar Terong salah satu tempat penjualan pakaian bekas terbesar di Makassar, Rabu (4/2).


Menurutnya, alasasan pemerintah yang mengatakan  impor pakaian bekas berisiko menularkan penyakit yang membahayakan kesehatan manusia sangat tidak relevan. Pasalnya selama ini laporan konsumen pakaian impor bekas terkena dampak kesehatan, belum ada sama sekali. “Semenjak Jokowi menjadi Presiden ada saja kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat. Sumpah saya menyesal pilih Jokowi,“ Sesalnya.

Sementara salah satu konsumen pakaian impor bekas, Dewi (25) mengatakan sangat tidak setuju kebijakan pemerintah yang mengilegalkan pakaian impor bekas. Menurutnya dengan adanya pakaian impor bekas menjadi alternatif masyarakat memiliki pakaian berkualitas bagus dengan harga terjangkau.

“Pemerintah harus tau diri, Industri tekstil kita belum mampu membuat bahan yang berkualitas bagus dengan harga terjangkau. Jadi saya heran kebijakan tersebut menguntungkan siapa,“ harapnya.(ure/fat)