Eropa Berkonflik dengan Rusia adalah Keuntungan Bagi Indonesia

Bomer Pasaribu
Bomer Pasaribu
Bomer Pasaribu (kiri)

POJOKSATU- Memanasnya konflik antara negara-negara Eropa dan Rusia bisa dimaknaiĀ  blessing in disguise atau keuntungan terselubung bagi Indonesia.

Demikian disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Denmark dan Lithuania, Bomer Pasaribu, kepada wartawan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (3/2).

“Blessing in disguise-nya, negara-negara Eropa sedang mencari keseimbangan untuk itu. Di mana? Di ASEAN, dan Indonesia menjadi pusatnya,” tutur Bomer.

Kata Bomer, komoditas Indonesia seperti CPO atau minyak kelapa sawit dan kopi, sedang laku keras di negara-negara Eropa. Bahkan bahan-bahan organik juga dibutuhkan untuk bahan pembangkit listrik. Inilah kesempatan bagi Indonesia untuk meingkatkan kemitraannya.


Bomer mengilustrasikan pihak negara-negara Eropa itu mencari pasar ke luar. Indonesia akan membeli, namun tak sekedar membeli. Ada penawaran untuk transfer teknologi negara-negara itu ke Indonesia. Posisi negara ini jelas memungkinkan untuk melakukan hal itu.

Salah satu yang potensial dalam hal transfer teknologi adalah radar. Negara-negara eropa membuat radar yang canggih sebagai alat pendeteksi. Radar tersebut digunakan Singapura dalam sistem Flight Information Region (FIR). Semua negara yang melewati Singapura harus berinteraksi dengan alat itu, meskipun tujuannya ke negara lain.

Nantinya, radar tersebut akan dibeli untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia. Selanjutnya, Indonesia akan mendesak supaya diperbolehkan memproduksi barang tersebut.

“Kita tidak hanya membeli, kita akan berinvestasi di sini. Ada banyak anak muda yang bisa melakukan transfer teknologi,” kata Bomer.

KBRI yang dipimpinnya saat ini sedang menyusun skema untuk mendorong kepentingan diplomasi ekonomi Indonesia ke Denmark. Dalam waktu dekat, di sana akan ada peringatan 65 tahun hubungan diplomasi Denmark-Indonesia. Agenda itu yang akan disasar Bomer untuk memasukkan kepentingan-kepentingan nasional sehingga menjadi perhatian pemerintah Denmark.

“Penting sekali ini membuat promosi dalam peringatan, isinya adalah mempromosikan program-program pemerintahan Presiden Joko Widodo,” demikian Bomer. (ald)