Dua Oknum Polisi Jual Gadis Belia ke Malaysia

ilustrasi perdagangan manusia
ilustrasi perdagangan manusia
ilustrasi perdagangan manusia

POJOKSATU – Prilaku dua oknum polisi di Nusa Tenggara Timur,  Brigadir DA dan Brigadir DD, tak pantas ditiru. Seharusnya dua polisi ini menjadi pengayom masyarakat, tapi kenyataannya justru sebaliknya. Keduanya tega menjual gadis belia keluar negeri.

Brigadir DA bertugas di Polres Belu, sedangkan Brigadir DD bertugas di Polres Kupang. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus human trafficking (perdagangan manusia). Kedua polisi tersebut ketahuan merekrut dan menampung calon tenaga kerja Indonesia ilegal yang akan dikirim ke luar negeri, khususnya Malaysia.

Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Agus Santosa mengatakan, penetapan tersangka kepada kedua anggota Polri itu merupakan hasil pengembangan dari penangkapan salah satu calo PJTKI, Joni Killa.

Menurut Agus, Brigadir DA bertindak sebagai perekrut calon TKI yang dikirim ke Brigadir DD untuk ditampung, sebelum dikirim kepada salah satu PJTKI yang dipimpin Joni Lim.


Kasus ini terbongkar setelah polisi berhasil menemukan dua gadis di bawah umur, yakni YM (16) dan AB (17) yang disembunyikan di dalam lemari perusahaan PJKTI di Denpasar, Bali.

Agus menambahkan, DA dan DD kini ditahan Satuan Tugas Human Trafficking untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. Keduanya dijerat Pasal 2 (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 3-15 tahun penjara. (one)