Bareskrim Sudah Terbitkan Sprindik Samad dan Adnan

Badrodin Haiti
Badrodin Haiti
Badrodin Haiti

POJOKSATU — Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri telah menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) atas nama dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Abraham Samad dan Adnan Pandu Praja. Hal tersebut dibenarkan Wakil Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti.

Menurutnya, sprindik diterbitkan hanya untuk proses pemanggilan kepada keduanya.

“Namanya penyelidikan setelah diketahui ada tindak pidana, harus dikeluarkan sprindik, karena memanggil orang harus ada sprindiknya, kalau tidak ada, tidak ada dasarnya,” kata Badrodin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/02).

Badrodin mengatakan, meski sudah ada sprindik, belum ada penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri.


“Masih penyelidikan, belum tersangka,” kata dia.

Sprindik Abraham berdasarkan laporan dari Direktur Eksekutif KPK Watch M Yusuf Sahide ke Bareskrim Polri Nomor LP/75/I/2015/Bareskrim/22 Januari 2015, Senin (26/1/2015).

Dia melaporkan pertemuan Abraham dengan petinggi partai politik. Pertemuan itu disebut terkait keinginan Abraham menjadi cawapres dan menawarkan bantuan hukum bagi seseorang yang tengah tersangkut kasus korupsi.

Sementara itu, sprindik Adnan Pandu Praja berdasarkan laporan dari Mukhlis Ramlan Nomor TBL/48/I/2015/Bareskrim. Adnan disangka memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik serta turut serta melakukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. (ril)