Akan Ditertibkan, PKL di Bogor Resah

L Raya MA Salmun yang kini mulai dipadati kembali oleh PKL. Foto Bima Aji Prasetya
L Raya MA Salmun yang kini mulai dipadati kembali oleh PKL. Foto Bima Aji Prasetya
L Raya MA Salmun yang kini mulai dipadati kembali oleh PKL. Foto Bima Aji Prasetya

POJOKSATU – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bogor resah terkait rencana penertiban lokasi berjualan mereka.
Usep (45) dan Rohimiayah (41), pedangang sayur yang berjualan di Jalan MA Salmun berharap relokasi dilakukan secara seragam dan serentak. “Tidak hanya sebagian pedagang saja yang dipindahkan. Harus semua, secara serentak,” kata Usep.

Mereka juga meminta diberikan solusi yang jelas. Sementara Danu, pedagang lainnya, mengaku tak mau direlokasi karena ia tak punya tempat lain lagi untuk berjualan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor, Mahpudi Ismail mengatakan bahwa keberadaan Perda nomor 13 tahun 2005 tentang penataan kota tersebut, sangat tidak pro rakyat. “Ini mempersempit ruang gerak PKL untuk mencari nafkah,”katanya, kemarin.

Mahpudi menanggap kebijakan pemkot tentang penataan kota ini perlu di revisi. Ia berharap, Pemkot memberikan solusi terbaik terhadap masalah tersebut, entah berupa relokasi atau memberi dana santunan.


Jika tidak ada upaya serius pemerintah, ia tak begitu yakin atas penerapan peraturan tersebut bisa efektif. Yang akan terjadi kemudian adalah para pedagang akan kembali berjualan di pinggir jalan tersebut.(mg 1)