BW Protes Penyidik Ubah Pasal Seenaknya

Bambang
Bambang
Bambang

POJOKSATU – Pengacara Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, Nursyahbani Katjasungkana memprotes penyidik yang merubah pasal seenaknya.

Nursyahbani mengatakan, dalam surat perintah penangkapan pada Jumat 23 Januari 2015, BW ditetapkan tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 242 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Namun, dalam surat panggilan untuk diperiksa pada Selasa (3/2/2015), pasal yang disangka bertambah.

Karena itu, kata dia, pemanggilan kliennya tidak sah. Kendati demikian, BW tetap memenuhi panggilan tersebut dengan sejumlah catatan.¬† “Dalam surat, ditulis Pasal 242 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP. Ini jelas tidak sah,” ujar Nursyahbani.

Ia mengatakan, penambahan pasal sangkaan itu menunjukan pengakuan Bareskrim bahwa surat penetapan tersangka tertanggal 23 Januari adalah salah. Perubahan pasal itu, kata dia, menunjukan surat perintah penyidikan tanggal 20 Januari 2015, tidak sah.


Nursyahbani mengatakan, Bambang sebagai penyelenggara negara, menghormati hukum sehingga tetap memenuhi panggilan Bareskrim.

Bambang dan kuasa hukumnya meminta penyidik untuk menutup proses hukum yang lama dan memulai proses hukum yang baru, sesuai dengan pasal baru yang disangkakan. “Kami menyayangkan kenapa Polisi bisa mengubah-ubah pasal sangkaan seenaknya,” imbuhnya. (one)