Brukk… Kejedot Kamera, Sutan Meringis

batugana

POJOKSATU – Diperiksa hampir 9 jam di KPK, politisi Demokrat Sutan Bhatoegana akhirnya dijebloskan ke dalam sel. Saat keluar gedung KPK dengan balutan rompi oranye, kepala pria yang terkenal dengan ungkapan “ngeri-ngeri sedap ini” sempat kejedot kamera wartawan.

Tiba di gedung KPK pukul 09.55 WIB, Sutan didampingi dua penasihat hukumnya. Sutan yang mengenakan kemeja putih dibalut jaket warna biru tua dipadu celana panjang, tak ceria seperti biasanya. Tersenyum pun tampak enggan.

“Saya hanya pemeriksaan lanjutan. Diperiksa sebagai tersangka lagi,” jawab Sutan pendek.


Ditanya kesiapannya jika ditahan, Sutan mengangguk. Tapi, mulutnya manyun. Dia pun bergegas masuk ke dalam lobi gedung KPK. Keluar dari gedung KPK pukul 18.45 WIB, jaket biru Sutan sudah dibalut rompi tahanan KPK warna orange. Di bawah tangga, mobil tahanan menantinya.

Tak seperti biasanya yang penuh celoteh, kali ini Sutan diam. Raut wajahnya datar. Tergesa dia menuruni tangga lobi gedung KPK dengan dikawal dua orang dari komisi antirasuah itu.

“Saya ikuti prosedur sa…” Brukkk… ucapannya terpotong lantaran kepalanya terbentur kamera jurnalis televisi. Sutan meringis, kesakitan. “Saya buktikan di pengadilan nanti,” sambung Sutan sembari masuk ke dalam mobil tahanan. Begitu mobil tahanan melaju, mobil Alphard milik Sutan mengekor.

Menurut Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, bekas ketua komisi VII DPR ini dijebloskan ke rutan Salemba selama 20 hari ke depan. Sutan dijebloskan ke sel setelah diperiksa enam kali sebagai tersangka.

Pada 14 Mei 2014, KPK menetapkan Sutan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pembahasan anggaran APBNP tahun 2013 di Kementerian ESDM. Sutan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 B UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam amar putusan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, majelis hakim menyatakan Sutan terbukti menerima uang 200 ribu dolar AS dari Rudi. Uang tersebut merupakan bagian suap Rudi, diberikan pemilik Kernel Oil Pte., Ltd., Widodo Ratanachaitong sebesar USD300 ribu. (Baca : Sutan Bhatoegana Tak Lagi Broadcast Tahajjud Call)

Mantan Kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM, Didi Dwi Sutrisnohadi, menyebut pernah memberikan upeti sebesar USD 140 ribu buat pimpinan, anggota, dan sekretariat Komisi VII DPR. Uang itu diserahkan Didi melalui staf khusus Sutan, Irianto Muchyi, dan mantan Anggota Komisi VII Fraksi Partai Demokrat lainnya, Tri Yulianto. (rmol/dep)