Amankan Jakarta, Ahok Perbanyak CCTV

Sejumlah warga ibu kota mendatangi Monas. (Ricardo/JPNN)
Sejumlah warga ibu kota mendatangi Monas. (Ricardo/JPNN)
Sejumlah warga ibu kota mendatangi Monas. (Ricardo/JPNN)
Sejumlah warga ibu kota mendatangi Monas. (Ricardo/JPNN)

POJOKSATU  Hasil riset The Economist Intelligence Unit menempatkan Jakarta sebagai salah satu di antara 50 kota besar dunia yang tidak aman. Tidak ingin kecolongan, Pemprov DKI Jakarta langsung berbenah. Program peningkatan pelayanan keamanan bagi warga pun mulai dicanangkan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta masyarakat tidak perlu resah dengan hasil riset tersebut. Jajaran pemprov akan berusaha meningkatkan keamanan di ibu kota.

Pada acara konferensi pers dalam rangka gelar hasil Operasi Bina Kusuma dan Cipta Kondisi 2015 di Polda Metro Jaya pagi ini (3/2), Ahok mengungkapkan rencananya membangun keamanan di Jakarta dengan berbasis teknologi, yakni Jakarta Smart City.

”Kalau situasi tambah nggak aman, kita harus yakinkan kalau Anda aman. Semua jalan kita pasang Terminal Parking Economic (TPE) parkir meter yang ada CCTV-nya,” ujar Ahok.


CCTV dipasang agar pelaku tindak kejahatan, terutama pencurian, berpikir ulang sebelum melakukan aksinya. Jika mereka nekat, aparat juga bisa mendeteksinya untuk ditangkap. Dengan sistem itu, diharapkan angka kejahatan di Jakarta akan menurun.

”Kita akan pasang CCTV yang bisa lihat nomor dan wajah. Akhir tahun (diharapkan) bisa berjalan optimal,” kata Ahok. (Dedi Yondra/fal/zul)