Waspada, Ini Modus Baru Pencuri Sepeda Motor

Curanmor
Curanmor
Curanmor

POJOKSATU – Pengguna sepeda motor kini harus ekstra hati-hati mengamankan kendaraan miliknya. Berbagai modus dilakukan pelaku kejahatan untuk mencuri maupun merampas kendaraan bermotor khususnya roda dua di jalanan.

Modus terbaru yang muncul adalah dengan memanfaatkan orang stres alias setengah gila sebagai umpan dalam aksi kejahatan.

Kejadian ini dialami Budiyono (38) warga Pancoran Mas, Depok di ruas Jalan Panjang Raya, Jakarta Barat pada Minggu petang (1/2).

Saat melintasi Jalan Panjang Raya, Budi yang hendak menuju kawasan Gandaria berhenti di halte bus tak jauh dari gedung Pramita Lab akibat hujan deras. Dia kemudian mengenakan mantel atau jas hujan sebelum melanjutkan perjalanannya.


Tak berselang lama mengenakan jas hujan, tiba-tiba datang seorang tidak dikenal, belakangan diketahui bernama Muhammad Reza (20), mencoba menaiki Suzuki Satria FU bernopol B 3759 EDN milik Budi yang sedang diparkir dengan kunci kontak belum dicabut.

Spontan Budi menegur Reza dengan menanyakan maksud tindakan tersebut. Namun, Reza justru mengklaim bahwa sepeda motor itu miliknya. Aksi Reza membuat pemilik motor marah sehingga terjadi adu mulut yang berujung perkelahian. Peristiwa ini mengundang perhatian pengendara lain untuk menepi. Mereka melerai perkelahian Budi dengan Reza karena keduanya saling mengklaim sebagai pemilik sepeda motor tersebut.

Akhirnya, beberapa pengendara mengantarkan Budi dan Reza yang mengaku tidak saling kenal itu ke Mapolsektro Kebon Jeruk, tidak jauh dari lokasi.

Saat diinterogasi petugas, Reza menunjukkan gejala orang stres dengan jawaban-jawaban meracau. Sesekali dia menuding bahwa sepeda motor yang ditumpangi Budi tersebut telah dimodifikasi dan diganti plat nomor polisinya. Sementara, Budi dapat menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) asli sepeda motor miliknya.

Di hadapan petugas, Reza yang tercatat warga Gunung Puyuh, Sukabumi Jawa Barat itu memperlihatkan STNK sepeda motor yang juga jenis Satria FU dengan nomor polisi B 6236 ZHK. Identitas ini berbeda dengan STNK milik Budi, begitu pula perbedaan pada nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

Lantaran tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan yang sah, polisi kemudian menahan Reza sementara atas tuduhan pencurian dengan pemberatan.

Menurut penyidik Polrestro Kebon Jeruk Aiptu Tulus Dwi Wahyudi, diduga Reza adalah bagian dari sindikat kejahatan kendaraan bermotor. Sindikat ini menjadikan orang stres sebagai umpan untuk merampas atau mencuri sepeda motor di jalan. Jika tertangkap, maka sang umpan akan dilepas kembali lantaran polisi tidak dapat memproses hukum penderita gangguan kejiwaan.

“Karena sekarang kan sedang modus, yang disuruh itu orang gila, orang stres untuk mengambil motor. Itu ada temannya lain yang menunggu,” bebernya.

Ditambahkan Tulus, pihaknya masih menggali lebih jauh motif tindakan Reza lantaran keterangan yang diberikannya kerap berubah-ubah. Apabila terbukti mengalami gangguan kejiwaan maka akan dibebaskan kembali, namun jika benar-benar berniat merampas sepeda motor milik Budi maka dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. (rus/rmol/dep)