Malaysia Kembali Turunkan Harga BBM, Indonesia Tetap

harga bbm turun
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Malaysia kembali menurunkan Harga bahan bakar minyak (BBM). Harga eceran bensin RON95 turun 21 sen menjadi 1,70 ringgit atau setara Rp 5.970 per liter, sementara premium RON97 turun 11 sen menjadi 2 ringgit (Rp 7.000) per liter mulai 1 Februari 2015.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Konsumen, Datuk Seri Hasan Malek, seperti dikutip Bernama, Sabtu kemarin mengatakan, harga eceran diesel juga turun 23 sen menjadi 1,70 ringgit atau setara Rp 5.970 per liter.

“Harga baru bensin dan diesel disesuaikan berdasar harga rata-rata produk sepanjang Januari tahun ini dan kurs mata uang,” kata Hasan. Menurutnya, pemerintah Malaysia akan melihat harga pasar setiap produk dan kurs mata uang sebelum menyesuaikan harga eceran premium dan diesel untuk bulan berikutnya.

“Semua perusahaan minyak dan operator SPBU diingatkan untuk mematuhi harga baru ini. Tindakan tegas akan dikenakan bagi mereka yang melanggar harga baru yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.


Pada tanggal 21 November 2014, pemerintah mengumumkan bahwa mulai 1 Desember harga eceran bensin  RON95 dan diesel akan disesuaikan dengan metode mengapung terkendali.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Indonesia sudah memutuskan tidak ada harga baru untuk bahan bakar minyak (BBM) pada awal Februari. Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan, ada tiga alasan utama yang mendasari keputusan itu. Jadi, tidak semata karena minimnya disparitas penurunan harga minyak dunia.

Tiga alasan itu adalah, menjaga kestabilan pengelolaan harga dan logistik. Lantas, untuk menjaga ruang fiskal. Terakhir, memberi kesempatan bagi PT Pertamina (Persero) untuk lebih mengembangkan infrastruktur minyak dan gas bumi nasional. “Harga (minyak) memang terus turun, tapi tidak ada penurunan harga,” ujar Sudirman.

Seperti diberitakan Jumat (30/1), Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang memastikan tidak adanya perubahan harga BBM. Saat itu, dia menyebut penurunan harga minyak yang berpatok pada Mean of Plats Singapore (MoPS) masih stabil. Kalau dipaksa turun, perbedaan hanya Rp50-an.

Sudirman menjelaskan, pemerintah tidak menutup mata terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Mantan Dirut PT Pindad itu mengakui, harga masih cenderung turun. Tapi, senada dengan yang disampaikan Ahmad Bambang, penurunannya tidak terlampau signifikan. Jadinya, BBM penugasan luar Jawa, Madura, dan Bali juga tetap.(dim/end/ril)