Korem 061 Garap Ratusan Hektare Lahan Tidur

Ratusan tokoh masyarakat, tokoh agama, Polri, dan kepala daerah menghadiri silaturrahmi Korem 061 Suryakencana, Senin (2/2/2015). Fojoksatu.id
Ratusan tokoh masyarakat, tokoh agama, Polri, dan kepala daerah menghadiri silaturrahmi Korem 061 Suryakencana, Senin (2/2/2015). Fojoksatu.id
Ratusan tokoh masyarakat, tokoh agama, Polri, dan kepala daerah menghadiri silaturrahmi Korem 061 Suryakencana, Senin (2/2/2015).

POJOKSATU – Komandan Korem 061 Suryakencana, Kolonel Inf Fulad bertekad memanfaatkan lahan tidur di Bogor, Sukabumi, dan Cianjur untuk membantu pemerintah memenuhi swasembada pangan. Lahan tidur yang akan digarap TNI di wilayah ini sekitar 100-200 hektare.

Fulad mengatakan, program ketahanan pangan ini merupakan tindaklanjut dari MoU yang telah ditandatangani Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal  Gatot Nurmantyo dengan Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu.

Dikatakan Fulad, setiap daerah dan Kodim akan melaporkan lahan garapan yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami berbagai jenis tanaman, dan disesuaikan dengan kondisi tanah yang ada.

Kegiatan ini, kata dia, melibatkan sejumlah kelompok tani (pendampingan) beserta masyarakat untuk bersama-sama menggarap lahan tidur di derah.


“Kita bersama-sama mengawasi bibit, pupuk hingga panen. Hasilnya bukan untuk pribadi tetapi untuk kepentingan bersama,” ujar Fulad saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi komponen masyarakat di wilayah Korem 061 Suryakencana 2015, Senin (2/2/2015).

Selain itu, Korem juga berkomitmen untuk mempermudah akses produksi dengan membangun infrastruktur. “Kita akan melebarkan jalan untuk angkutan hasil pertanian. Termasuk membantu membangun jembatan gantung, sumur bor, pembuatan WC dan kegiatan perbaikan sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, CEO Radar Bogor, Hazairin Sitepu mengapresiasi komitmen Korem 061 Suryakencana untuk memanfaatkan lahan tidur di wilayahnya. “Program-program yang disampaikan Pak Danrem sangat baik, dan itu langsung menyentuh kepentingan masyarakat,” ujar mantan Ketua Dewan Pengawas TVRI ini.

Ia menilai, program Korem kali ini tampak beda dari program sebelumnya. Program yang sedang digulirkan ini merupakan suatu keteladanan yang baik kepada masyarakat. Program ini merupakan bukti nyata TNI mengabdikan dirinya untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa. Dan yang lebih hebat lagi, Korem mendukung penuh program pembuatan biopori di Bogor. Program ini sangat baik untuk pelestarian lingkungann sekaligus menjadi solusi alternatif untuk menyelamatkan Jakarta dari banjir,” imbuh mantan Pemred Harian Fajar ini.

Hazairin mengajak semua komponen untuk menerapkan sistem biopori. Menurut dia, dengan melihat kondisi bencana yang kerap terjadi di Jakarta, maka penghijauan harus menjadi solusi alternatif.

“Sekarang ini hujan sangat luar biasa dan akan terjadi hingga awal April. Kita tidak ingin hujan ini melahirkan penderitaan yang terus menerus. Setiap tahun datang banjir,” ujar dia.

Menurut dia, perlu ada upaya untuk mengatasinya, salah satunya program biopori. “Kita tidak akan menunggu lagi. Mari kita kerjakan bersama-sama, baik itu di kantor, rumah, sekolah, maupun di komplek perumahan,” pungkasnya.

Silaturrahim Korem 061 Suryakencana dihadiri para kepala daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (ded/one)