Kecewa Jokowi, Mahasiswa Papua Demo di Bogor

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi demonstrasi di depan pintu masuk Kebun Raya Bogor (KRB), Senin (2/2/2015) pagi. Mereka menuntut Pemerintah Indonesia menutup semua perusahaan asing.

Mereka menyampaikan kekecewaannya kepada pemerintahan Jokowi yang tetap menganakemaskan perusahaan asing di bumi Papua. Padahal, perusahaan asing merupakan biang kejahatan kemanusiaan di Papua.

Selain itu, mahasiswa Papua juga mendesak pemerintah menarik pasukan militer dari ‘Bumi Cenderawasih’.

Koordinator aksi, Domin mengatakan, pemerintah harus menarik pasukan militer serta mencabut izin penambangan PT Freeport. “Kami menuntut rezim militer Indonesia karena telah menembak mati pelajar di sana.¬† Pmerintah juga harus menganulir izin PT Freeport yang diperpanjang sampai tahun 2041,” tegas Domin.


Massa AMP melakukan aksi long march dari jalan Ir. H. Djuanda mengelilingi kebun raya  menuju Tugu Kujang.

Beberapa pesan tulisan yang dibentangkan melalui poster dan spanduk di antaranya “Berikan Kebebasan dan Hak Penentuan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua”.

Selain itu, ada juga spanduk bertuliskan “Tarik Militer (TNI dan Polri) Organik dan Nonorganik Dari Seluruh Tanah Papua”. Spanduk lain bertuliskan “Referendum Now For West Papua”. Ada juga yang berisi “Tutup Freeport, BP LNG Tanggu, Medco, Corindo dan perusahaan asing lainnya dari Papua”. (cr1)