Polisi Perlakukan Kasatpol PP Seperti Kerbau, DPRD Marah

Kasatpol PP Palangkaraya, Suel ditangkap polisi
Kasatpol PP Palangkaraya, Suel ditangkap polisi
Kasatpol PP Palangkaraya, Suel ditangkap polisi

POJOKSATU – Tindakan berlebihan aparat kepolisian dalam melakukan penangkapan kembali menjadi sorotan. Kali ini, giliran Kepala Satuan Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Palangkaraya, Suel, mendapat perlakukan arogan dari aparat kepolisian.

Ketua Komisi C DPRD Palangkaraya, H Rusliansyah mengecam tindakan arogan anggota Ditreskrimsus Polda Jateng saat menangkap Suel pada Rabu (28/1) lalu. Menurut Rusli, seharusnya polisi tetap mengedepankan etika saat melakukan penangkapan dan tidak bersikap arogan.

“Polisi itu jangan juga terlalu arogan. Harusnya tetap ada etika meskipun menangkap orang. Apalagi sepanjang orang itu dianggap tidak terlalu membahayakan, tidak usah seperti itu, diborgol, diikat pakai tali seperti memasung hadangan (kerbau, Red) saja. Itukan tidak etis dan manusiawi,” kata Rusliansyah dilansir Kalteng Pos, Minggu (1/2).

Padahal, menurut Rusli, jika melihat situasi dan kondisi saat penangkapan terjadi, Suel yang ketika itu berada di Ruang Bid Propam Mapolda Kalteng juga tidak mungkin untuk melakukan perlawanan atau melarikan diri.


“Kalau melihat saat itukan dia ibaratnya berada ‘disarang’. Jadi tidak mungkin juga melakukan perlawanan atau bisa lari secepat kilat atau melawan. Meskipun waktu itu dia membawa anak buahnya berapa orang. Tidak mungkin bisa berbuat apa-apa juga,” lanjut Ketua DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya itu.

Terlebih lagi, imbuh dia, saat datang ke Mapolda, Suel juga menggunakan atribut lengkap seorang aparatur negara (pakaian lengkap Kasatpol PP).

“Ya setidak-tidaknya dia saat itu datang baik-baik. Apalagi dengan pakaian dinas. Dan biar bagaimanapun posisinya masih sebagai salah satu pejabat di daerah, tidak semestinya diperlakukan seperti menangkap maling ayam saja,” tutur dia. Rusliansyah menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan proses hukum yang disidik polisi tersebut.

“Soal proses hukumnya ya silakan dilakukan sesuai asas paraduga tak bersalah. Cuma yang rasa-rasanya tidak pas adalah cara mereka (polisi) saat menangkap itu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, drama penangkapan Suel yang menggunakan seragam Kasatpol PP bahkan usai melaporkan penyidik Tipikor Polda Kalteng ke Bid Propam, setelah dia ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan 1.100 unit seragam linmas saat Pilwalkot Palangkaraya tahun 2013.

Suel sendiri memang telah dilakukan pemanggilan oleh penyidik, namun tidak pernah menghadirinya, sehingga dilakukan penangkapan paksa. (nto/jpnn/one)