Menteri Sosial Menangis Saat Blusukan

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa

POJOKSATU – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tak bisa menahan air mata saat menyaksikan anak Miswah yang berusia 15 tahun hanya bisa terbaring karena cacat sejak lahir.

“Sabar ya ibu, insya Allah dia yang akan mengantar ke surga,” ujar Khofifah saat mengunjungi seorang peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Batu Belek, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (1/2/2015).

Mata Khofifah berkaca-kaca melihat kondisi anak pertama Miswah. Mantan calon Gubernur Jatim itu larut dalam suasana duka ketika Miswah menceritakan kehidupan keluarganya.

Kepada Khofifah, Miswah menceritakan bahwa anaknya hanya bisa berbaring sejak lahir karena keterbatasan fisik. Penderitaan Miswah semakin terasa ketika suaminya meninggal dunia lima tahun yang lalu.


Sejak saat itu, beban yang harus ditanggung Miswah cukup berat dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Selama ini Miswah terpaksa berjualan kelontong kecil-kecilan di depan rumahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kedua anaknya.

Mendengar cerita itu, Khofifah kemudian menyerahkan tali asih kepada Miswah dan keluarga. Selain blusukan ke rumah Miswah, Mensos juga meninjau dua peserta PKH lainnya di lokasi yang sama.

Menurut Khofifah, mereka juga memerlukan intervensi lain yaitu program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan bantuan ekonomi lewat Kelompok Usaha bersama (Kube).

“Mereka butuh intervensi lain selain program perlindungan sosial yaitu RTLH dan Kube sehingga mereka siap mandiri,” ujar Khofifah. (one)