Istana Godok Calon Kapolri Baru, Ini Daftarnya

Kabareskrim Budi Waseso
Kabareskrim Budi Waseso

POJOKSATU – Sejumlah jenderal bintang tiga dan bintang dua meramaikan calon kapolri menggantikan Komjen Budi Gunawan. Nama-nama itu mulai digodok Istana.

Jika praperadilan Komjen Budi Gunawan ditolak, kemungkinan besar nama-nama yang sedang digodok itu akan diajukan ke DPR untuk disetujui dan selanjutnya dilantik menjadi kapolri. Namun, jika praperadilan Budi Gunawan diterima, maka jenderal bintang tiga itu bakal segera dilantik.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Safriyadi mengatakan, kandidat calon kapolri yang diusulkan kepada Presiden Joko Widodo kemungkinan akan bertambah dari sebelumnya.

Menurut dia, ada jabatan bintang tiga yang masih lowong dan bisa diisi oleh bintang dua. “Nama-namanya masih akan berkembang,” ujar Safriyadi.


Komisioner Kompolnas lainnya, Edi Hasibuan menambahkan, pihaknya menerima berbagai usulan nama calon Kapolri dari masyarakat. Deretan bakal calon tersebut dianggap layak menjadi pengganti Komjen Budi Gunawan yang tengah menjalani praperadilan.

“Banyak usulan dari masyarakat yang dikirimkan via email ke Kompolnas. Mereka nilai calon-calon pantas berdasar pangkat, jabatan, dan kiprahnya,” kata Edi Hasibuan, Minggu (1/2).

Dikatakan Edi, beberapa nama perwira bintang tiga dan bintang dua rekomendasi masyarakat di antaranya Kepala Badan Pemelihara Keamanan Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno, Komjen Badrodin Haiti, Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Anas Yusuf, Kapolda Jawa Barat Inspektur Jender M. Iriawan, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono.

Selain itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Anang Iskandar, Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komisaris Jenderal Suhardi Alius dan Kabareskrim Inspektur Jenderal Budi Waseso.

“Idealnya Kapolri itu perwira bintang tiga. Tapi presiden bisa saja mengangkat yang bintang dua secara langsung,” kata Edi.

Beberapa bakal calon, kata Edi, dinilai berpengalaman dan memiliki masa kerja yang masih panjang. Meski begitu, Edi tak memastikan apakah Kompolnas akan menyeleksi seluruh bakal calon Kapolri.

“Kami tunggu keputusan presiden dan hasil gugatan praperadilan Budi Gunawan. Kita kan tak tahu apakah dia menang atau kalah,” kata Edi. (one)