Wow…Sehari Warga Bogor Tenggak Bir 11.950 Botol

ilustrasi. Foto : Istimewa
ilustrasi. Foto : Istimewa
ilustrasi. Foto : Istimewa

POJOKSATU – Luar biasa, meski pemerintah sudah memperketat penjualan minuman keras (miras), namun angka fantastis didapat dari masyarakat yang doyan minun minuman beralkohol tersebut. Tercatat masyarakat Bogor bisa menenggak 11.950 botol per harinya.

Data yang dihimpun Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id), saat ini ada 239 tempat resmi yang menjual miras jenis bir (alkohol 0-5 persen) di Kota Bogor. Perinciannya, 22 minimarket dan 217 resto dan kafe. Jumlah tersebut tentu saja hanya sebagian kecil. Karena masih banyak minimarket dan resto/kafe yang belum atau tak mau mendaftarkan diri secara resmi.

“Jumlah itu saya kira masih setengahnya, karena masih banyak warung dan toko yang juga secara diam-diam menjual bir,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor Bambang Budianto kepada Radar Bogor (Grup Pojoksatu), kemarin.

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan mempersempit peredaran miras dengan mengeluarkan Permendag No 06/M-DAG/PER/1/2015. Nantinya, peredaran miras hanya boleh dijual di supermarket. “Larangan ini resmi akan dilakukan pada April mendatang. Di sisa tiga bulan ini, kami memberikan keringanan bagi mereka (minimarket) untuk menghabiskan stoknya,” bebernya.


Penjualan bir di Kota Bogor dalam seharinya memang cukup signifikan. Untuk sebuah kafe saja mampu bisa menjual 50-75 botol. Jumlah ini bisa naik minimal dua kali lipat saat weekend atau hari libur. Jika asumsinya sehari 50 botol bir terjual dikalikan dengan jumlah tempat penjualan bir 239 tempat, maka dalam sehari saja, konsumsi bir di kota hujan mencapai 11.950 botol. Jumlah ini bisa tiga kali lipat saat weekend, dengan perhitungan yang sama, 150 botol dikali 239 tempat maka muncullah angka 35.850 botol.

“Ya, kita harapkan dengan aturan baru ini, bisa menekan jumlah konsumsi minuman beralkohol di Bogor. Apalagi dengan adanya aturan itu, pembeli wajib menunjukkan KTP, agar para pelajar tidak mudah mendapatkan barang yang dilarang tersebut,” jelasnya.

Tren menenggak bir di Bogor, sejatinya merupakan salah satu fenomena nasional. Saat ini Indonesia mengonsumsi 100 juta liter bir tiap tahun. Analisis yang didapat wartawan koran ini menunjukkan konsumsi bir di Indonesia meningkat sekitar 3-4 persen setiap tahun.

Namun, aturan ketat pemerintah justru tak akan berpengaruh signifikan bagi total penjualan para produsen minuman beralkohol, seperti PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) dan PT Delta Jakarta Tbk (DLTA).

MLBI memproduksi berbagai merek minuman beralkohol, seperti bir Bintang dan Heineken. Sedangkan produk DLTA di antaranya, Anker Beer, San Miguel Beer, Anker Stout, Kuda Putih, dan Carlsberg Beer.

Reza Priyambada, analis Woori Korindo Securities, mengatakan, selama ini produsen minuman beralkohol banyak memasarkan produk mereka di kafe, bar, atau kelab malam. Sedangkan penjualan di minimarket terbilang kecil. “Minuman beralkohol yang dijual di minimarket juga bisa dibilang tidak terlalu laku,” paparnya.

Dalam aturan Permendag No 20/2014 mengatur setiap konsumen tidak boleh mengambil langsung minuman beralkohol di hipermarket dan supermarket, minuman beralkohol jenis bir hanya bisa diambil langsung oleh petugas. Sementara itu, untuk penjualan minuman beralkohol di restoran, kafe dan rumah makan, maka harus diminum langsung di tempat alias tak boleh dibawa pulang atau keluar.

Terpisah, Walikota Bogor Bima Arya menuturkan, Pemkot Bogor akan mengikuti aturan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan mengenai penjualan minuman keras. Bima mengatakan, selama ini pemkot mengacu pada peraturan tersebut. “Kalau menteri perdagangan menyatakan begitu, ya kami ikut,” ucapnya.

Rencananya pemkot akan mengusulkan peraturaan daerah (Perda) tentang larangan peredaran miras. “Miras saat ini sudah seperti minuman biasa, mudah didapatkan, bahkan di toko modern. Langkah pelarangan penjualan bir di minimarket, sangat kami apresiasi. Saya sudah banyak mendengar tentang gaya anak-anak muda sekarang dalam berhura-hura, apalagi saat ini lagi tren miras jenis tower,” tandasnya.(ind/radar bogor/lya)