RS Bersalin Meledak, Pasien Ibu dan Bayinya Bagaimana?

Petugas rescuers mengidentifikasi lokasi mencari penyebab meledaknya rumah sakit bersalin di Cuajimalpa, Mexico City. Foto: AFP/bbc.co.uk
Petugas rescuers mengidentifikasi lokasi mencari penyebab meledaknya rumah sakit bersalin di Cuajimalpa, Mexico City. Foto: AFP/bbc.co.uk
Petugas rescuers mengidentifikasi lokasi mencari penyebab meledaknya rumah sakit bersalin di Cuajimalpa, Mexico City. Foto: AFP/bbc.co.uk

POJOKSATU – Sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak di Cuajimalpa, Mexico City, Meksiko, meledak hingga hancur menjadi puing-puing, Kamis (29/1).

Penyebab insiden maut itu adalah kebocoran pipa gas di depan rumah sakit. Dua per tiga bangunan rumah sakit tersebut jadi puing. Tujuh orang dilaporkan tewas.

Mereka terdiri atas empat bayi dan tiga orang dewasa, termasuk di antaranya seorang suster. Lebih dari 73 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Diyakini masih ada belasan bayi dan orang dewasa yang terperangkap di balik reruntuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Mexico City Armando Ahued menjelaskan bahwa seorang bayi dan seorang perawat tewas di lokasi kejadian. Korban lainnya meninggal saat berada di rumah sakit. Saat ini ada sembilan bayi yang kondisinya lemah.


Belum diketahui apakah mereka bisa bertahan atau tidak. Seluruh korban yang terluka dilarikan ke rumah sakit lain dengan helikopter. Korban yang lukanya tidak terlalu parah dirawat di lokasi kejadian di dalam beberapa ambulans yang telah disediakan.

Ledakan maut tersebut terjadi pukul 07.00 waktu setempat. Saat itu ada truk milik Gas Express Nieto yang menyuplai gas di rumah sakit. Sejak 2007, perusahaan itu telah melayani 31 rumah sakit di Mexico City. Memang tidak semua area Mexico City yang bisa mengakses layanan gas utama.

Jadi, mereka bergantung pada gas yang dikirim via truk tersebut. Entah apa yang terjadi, pipa yang dipakai mengalirkan gas mengalami kebocoran. Petugas tidak bisa mengendalikannya sehingga ledakan hebat akhirnya terjadi.

“Mereka mencoba mengendalikan kebocoran, tapi tidak bisa. Tiga operator truk tersebut telah ditahan dan dua petugas lainnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka,” ujar Wali Kota Mexico City Miguel Angel Mancera.

Ledakan tersebut bukan kali pertama terjadi di Meksiko. Pada Februari 2013, 37 orang tewas di perusahaan energi Pemex, Mexico City. Terjadi penumpukan gas di ruang basement sehingga mengakibatkan ledakan hebat. Lantas, Mei 2013 ada 25 orang tewas ketika tanker minyak hilang kendali di utara Mexico City sehingga membuat mobil dan rumah di area sekitarnya ikut terbakar.

Beberapa saksi mata menyatakan, sebelum terjadi ledakan di rumah sakit bersalin tersebut, tercium bau gas yang sangat kuat. Beberapa saat kemudian, mereka mendengar ledakan yang sangat hebat sehingga kaca-kaca jendela pecah dan pintu terbanting.

“Saya pikir ada gempa. Tiba-tiba saja, saya mendengar suara yang sangat keras dan pintu rumah terbuka seperti ditendang,” terang Ivan Rodriguez, 28 yang bertempat tinggal di samping rumah sakit.

Di sisi lain, Kepala Badan Perlindungan Sipil Meksiko Luis Felipe Puente mengungkapkan bahwa ratusan tim penyelamat diterjunkan ke lokasi ledakan. Mereka membawa beberapa anjing pelacak. Saat ledakan itu terjadi, diperkirakan ada seratus orang di dalam rumah sakit.

“Tim penyelamat sedang memeriksa puing-puing beton dan baja untuk mencari korban selamat,” tuturnya. Beberapa bayi akhirnya ditemukan di balik reruntuhan dalam kondisi selamat.

Banyak bayi yang selamat karena dilindungi langsung oleh ibu masing-masing. Ketika ledakan tersebut terjadi dan gedung mulai runtuh, para ibu langsung mendekap bayinya masing-masing agar tidak terkena reruntuhan.

“Istri saya memeluk bayinya dan membungkuk sehingga atap mengenainya. Untungnya, atap tersebut tidak melukainya,” ungkap Jose Eduardo Manriquez, 22, yang melihat kondisi istrinya di Rumah Sakit Enrique Cabrera.

Mayoritas korban yang terluka ringan memang dirawat di rumah sakit tersebut. Istrinya lantas diselamatkan pihak kepolisian dan keluar dari rumah sakit dengan bertelanjang kaki. Cerita serupa diungkapkan banyak pasien lainnya.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto mengucapkan bela sungkawa melalui akun Twitter miliknya. Begitu juga Paus Fansiskus. Dia mendesak agar follower akun Twitter-nya berdoa bagi para korban ledakan dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami berdoa untuk para korban dan keluarga ledakan di Rumah Sakit Cuajimalpa, Meksiko. Semoga Tuhan memberikan mereka kedamaian dan kekuatan,” kicau Fransiskus di akunnya. (Reuters/AFP/CNN/sha/c20/ami/jpnn/lya)