Pelajar Galau Bus Sekolah Gratis Berhenti Beroperasi

Bus Sekolah
Bus Sekolah
Bus Sekolah

POJOKSATU РBus sekolah gratis untuk pelajar yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk sementara berhenti beroperasi. Hal ini cukup banyak membuat para pelajar kecewa, pasalnya  mereka harus memotong uang saku merekan untuk ongkos angkutan umum.

Salah satunya pelajar Rahmi yang menuturkan, dirinya kembali menggunakan angkutan umum biasa untuk pergi ke sekolahnya. Padahal, selama bus sekolah beroperasi, dirinya mengaku hampir setiap hari menggunakan layanan tersebut.

“Kemarin (hari pertama semester genap) sempat menunggu, ternyata busnya tidak lewat, terpaksa saya naik angkot, jadi ongkosnya nambah,” ujar pelajar SMU tersebut di Bandung, Sabtu (31/1).

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky Gustiadi didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis TMB Dishub Kota Bandung Yadi Haryadi membenarkan mengenai penghentian sementara bus sekolah tersebut, dengan alasan kontrak pengelolaan operatornya habis masa aktifnya pada akhir 2014 lalu.


“Memang sementara waktu tidak operasional karena menunggu tender, baru setelah itu bisa beroperasi kembali,” ujar Ricky.

Ditambahkan Yadi, para pelajar jangan merasa khawatir karena bus sekolah gratis akan kembali beroperasi. Saat ini proses lelang sendiri sedang berlangsung, jika tak ada aral melintang, pertengahan Februari pemenang lelang sudah dapat diketahui. Dan untuk  pengoperasian bus sekolah rentang waktunya tidak akan jauh setelah pengumuman pemenang lelang.

“Akhir Februari atau awal Maret, proses (lelang) sudah saat ini mudah-mudahan nggak ulang, karena kalau kurang 3 (peserta lelang), diulang, kalau sedikit lagi, baru tunjuk langsung, itu mekanismenya,” kata Yadi.

Yadi menyebutkan pengoperasian bus sekolah sendiri menganut sistem tahun tunggal. Artinya, operator yang mengelola bus hanya memiliki kontrak setahun. Ini juga yang menurut Yadi memiliki kelemahan, mengingat akan ada jeda penghentian bus di awal tahun.

“Kendalanya tuh seperti itu, diulang lagi setiap tahun harus lelang, kalau mau multi years juga harus persetujuan DPRD dan Pemkot Bandung dan harus diperdakan, kita juga maunya ke arah situ,” ujarnya.

Untuk itu Yadi pun mengharapkan pengertian para pengguna layanan tersebut hingga proses lelang selesai dan pengoperasian kembali berlangsung.

“Untuk sementara mohon bersabar, kemarin juga banyak (pelajar) yang sudah menunggu, sedikit kecewa juga mereka,” ujar Yadi. (gun/rmol/dep)