Lurah Ini Cantik, Tapi Pakai Narkoba

Lurah Sumarorong, Sarawati
Lurah Sumarorong, Sarawati
Lurah Sumarorong, Sarawati

POJOKSATU — Status sosial maupun jenis kelamin tak menjadi hambatan bagi seseorang untuk menikmati barang haran Narkoba. Walaupun selama ini aksi pemberantasan Narkoba sedang gencar-gencarnya dilakukan pemerintah, namun belum menyentuh oknum pemerintah sendiri. Di Mamasa Sulawesi Barat, seorang lurah cantik, Sarawati, menjadi tersangka narkoba. Ia sempat ditahan beberapa hari di Polres Mamasa. Orang mengenal Sarawati sebagai sosok yang murah senyum.

Dari hasil pemeriksaan, Kasat Narkoba Polres Mamasa, AKP Darius Limbu, kepada wartawan Jumat (30/1) mengatakan, sang lurah Sumorang ini mengaku hanya menjadi korban jebakan hingga menjadi pemakai narkoba oleh pengedar yang sudah ditangkap lebih dahulu. Darius juga membenarkan bahwa Lurah Sarawati telah dikembalikan ke rumahnya, tak lagi ditahan di Polres Mamasa.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kapolres Mamasa AKBP Muh Alfian Hidayat, mengatakan kalau proses hukum Sarawati tetap berjalan, meskipun ia telah di perbolehkan pulang ke rumahnya.

“Siapa yang bilang dibebaskan. Memang telah dikembalikan ke rumah keluarganya, tapi kasusnya tetap diproses. Atau tanya lebih lanjut Pak Kasat Narkoba,” ujar Alfian.


Untuk diketahui, kantor lurah Sumarorong tampak sepi sejak beberapa hari terakhir pasca-penangkapan Sri. Ia belum masuk kantor setelah dipulangkan. Ia juga sedang tak berada di rumah pribadinya di Kelurahan Sumarorong.

Terkait menghilangnya Sri, Camat Sumarorong, Pilipus Maeri menyatakan, berdasarkan instruksi Bupati Mamasa, Ramlan Badawi, untuk sementara dirinya yang mengambil alih tugas dan tanggungjawan lurah Sumorang.

“Setelah berkoordinasi dengan bupati terkait tertangkapnya lurah Sumarorong, Bupati meminta saya agar jabatan lurah untuk sementara dikendalikan oleh camat,” ujar Pilipus.

Atas kasus yang menimpahnya, Sri dijerat dengan undang-undang psikotropika dimana anaman hukumannya adalah 12 tahun penjara. Selain itu, sudah menjadi barang pasti bahwa sanksi mutasi dan pemecatan akan dilakukan oleh Bupati Samasa. (ril)