Dua Politisi PDIP Bisa Dipanggil Terkait Pelaporan Ketua KPK

Budi waseso

Budi wasesoPOJOKSATU – Bareskrim Polri akan memanggil dua politis Partai Demokrasi INdonesi Perjuangan (PDI-P) jika perlukan dalam kasus pemeriksaan Pimpinan KPK Abraham Samad.

“Kalau soal aturan hukum, kita taat pada hukum, siapa saja bisa jadi saksi. Kita lihat nanti, kalau secara undang-undang mereka harus dipanggil, ya pasti akan dipanggil keduanya,” kata Kabareskrim Polri, Budi Waseso, Sabru (31/1).

Dua politisi PDI-P yang diajukan sebagai saksi dalam laporan terhadap Abraham Samad, masing-masing Hasto Kristiyanto dan Tjahjo Kumolo.

Budi mengatakan, semua kewenangan apa pun sesuai prosedur hukum, akan dipercayakan pada penyidik. Ia dan jajarannya tak akn mengintervensi sedikit pun. “Saya tidak akan mengintervensi. Saya hanya akan mengawasi jalannya penyidikan, supaya benar, supaya tidak ada dugaan kriminalisasi,” ujar Budi.


Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (26/1/2015), Bareskrim Polri telah menerima laporan polisi yang mengadukan Ketua KPK Abraham Samad. Laporan tersebut terkait pertemuan Samad dengan politisi PDI-P Hasto Kristiyanto. Rikwanto mengatakan, pelapor dalam hal ini adalah Direktur Eksekutif KPK Watch M Yusuf Sahide.
Ia dilaporkan dengan tuduhan pelanggaran ketentuan Pasal 36 juncto Pasal 65 Undang-Undang RI Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diduga, pertemuan Abraham dengan petinggi partai poltik tersebut salah satunya membahas kesepakatan tentang proses hukum yang melibatkan politisi PDI-P Emir Moeis. Kesepakatan tersebut terkait pencalonan Samad sebagai calon wakil presiden, dan keringanan hukum bagi Emir Moeis yang terjerat kasus korupsi. (ril)