Aneh, DPRD Tak Tahu Soal ‘Dana Siluman’ KJP

Foto Ilustrasi JPNN
Foto Ilustrasi JPNN
Foto Ilustrasi JPNN

POJOKSATU – Melonjaknya anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP) hingga Rp4,986 triliun masih menyisakkan misteri. Pasalnya, dua pimpinan institusi saling lempar tanggung jawab terkait munculnya anggaran tersebut.

Koordinator Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik membantah ada anggaran untuk KJP sebesar Rp1,986 triliun di Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI dan Rp3 triliun dari dana Dinas Pendidikan.

“Tidak benar ada anggaran double,” kata Taufik, di Jakarta, Sabtu (31/1).

Namun, Taufik tidak dapat menjelaskan mengapa dalam APBD DKI 2015 tercantum anggaran Sekda Rp1,986 triliun untuk KJP sebagai program unggulan.


“Saya akan tanyakan ke Sekda langsung terkait hal ini,” dalih Taufik.

Tak hanya itu, Taufik juga meminta Kadisdik DKI Jakarta memperbaiki penerima nama KJP. Sehingga dapat diketahui siapa saja siswa yang berhak menerima program yang dimulai sejak era Gubernur Joko Widodo ini.

Dengan demikian, dugaan penyelewengan dana KJP sebagaimana yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya tidak kembali terjadi pada tahun ini.

“Artinya, kalau setengahnya berstatus pelajar, maka hanya sekitar 206.395 jiwa saja yang berhak memperoleh KJP. Tapi nyatanya, data penerima KJP 2014 lebih dari 350 ribu siswa,” tandas dia. (sim/jkt/adm/dep)