Pernyataan “Pret Ah” BNN Digubris Netizen

Kepala BNN Anang Iskandar
Kepala BNN Anang Iskandar
Kepala BNN Anang Iskandar

POJOKSATU – Publik dunia maya mengkritisi pernyataan pesimis Kepala BNN Anang Iskandar soal pemberantasan narkoba.

Saat mengisi kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (28/1), Anang mengaku pesimis Indonesia akan bebas narkoba tahun 2015. “Mau bebas narkoba di 2015? Pret Ah!” ucap Anang kala itu.

Di jejaring Twitter, account @Prad26 menyayangkan ucapan Anang itu. Dia mengibaratkan pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) seperti sikap seorang atlet yang merasa kalah sebelum bertanding.

“Kok statementnya kayak gitu? Ini sama aja kalah sebelum berperang,” sindirnya.


Account @gusbond menilai, ucapan Anang tersebut mencerminkan lemahnya upaya aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba.

“Aparat harusnya optimis bukan nunjukin mental tempe kayak gini,” kritiknya.

Account @feyz69 mengaku heran mendengar seorang jenderal bintang tiga bersikap pesimistis.

“Lho kok jenderal kayak gitu ngomongnya. Ada apa nih? Jangan-jangan sudah merasa nyerah,” ujarnya.

Account @degon.begon menyarankan, Anang mundur, jika sudah tak mampu mengemban tugas sebagai Kepala BNN.

“Lebih bagus anda legowo dan mengakui kalau memang sudah tidak sanggup memberantas narkoba,” sentilnya.

Account @Michikoliee khawatir, pernyataan Anang melukai perasaan masyarakat yang selama ini berharap pemerintah mampu memberantas narkoba.

“Mimpi rakyat, Indonesia bebas narkoba hancur,” sesalnya.

Account @Debayryoska bilang, “Pantes jika vonis hakim kepada pengedar selalu ringan, wong Kepala BNN saja nggak menghargai usaha anak buahnya,” cetusnya.

Account @pamankurakura menilai, Anang sudah tak pantas menjabat Kepala BNN. “Sepertinya sudah nggak cocok jadi ketua BNN,” ketusnya.

Account @Uchiha46 menyatakan, narkoba bisa diberantas, kalau aparat penegak hukum selalu bersikap optimistis.

“Nggak ada yang mustahil kalau mau usaha,” katanya.

Account @perkdata mengusulkan, Presiden Joko Widodo mereposisi Anang dari jabatan kepala BNN.

“Tapi lebih baik mundur saja sebelum diganti. Lebih terhormat,” usulnya.

Berbeda, account @briemsier menduga, Anang tidak sengaja melontarkan pernyataan bernada pesimis.

“Bapak ngomong begitu mungkin karena lagi lemas,” katanya.

Account @cikem05 meminta publik tidak mendramatisir pernyataan Anang.

Dia yakin, bekas Kapolda Jambi itu punya komitmen kuat memberantas peredaran narkoba.

“Pak Anang nggak perlu diragukan komitmennya. Dia sudah banyak berjuang untuk negara ini,” belanya.

Account @maulana menilai, pernyataan Anang lurus dan apa adanya. Diakuinya, mustahil Indonesia bebas narkoba hingga lima tahun mendatang.

“Memberantas narkoba tidak gampang. Nggak mungkin 2015 semua pemakai narkoba berhenti,” katanya.

Kepala BNN Anang Iskandar saat mengisi kuliah umum di ITB melontarkan nada pesimistis soal Indonesia bisa bersih dari cengkeraman narkoba pada 2015.

Di acara yang diikuti sekitar 300 mahasiswa ITB itu, turut hadir Rektor ITB Kadarsah Suryadi. Pernyataan Anang membuat banyak peserta kaget.

Anang punya alasan menyatakan pesimistis Indonesia bebas narkoba tahun 2015. Penggunanya saja naik terus tiap tahun,” katanya.

Menurut Anang, pengguna narkoba di Indonesia pada 2014 jumlahnya menembus lebih dari 4 juta orang. Dia memprediksi, grafik jumlah penikmat barang haram itu bakal terus bertambah pada 2015 menjadi 5 juta orang.

Lebih lanjut Anang membeberkan pada 2015 ini, BNN menargetkan sebanyak 100 ribu pecandu narkoba bakal menjalani rehabilitasi.

Masa sebelumnya, lanjut dia, BNN merehabilitasi 2.000 orang pecandu narkoba setiap tahun. Jumlah pencandu dengan orang yang harus rehabilitasi itu faktanya tak seimbang.

“Pengguna narkoba jangan dihukum penjara. Tapi direhabilitasi. Wanti-wanti negara kepada penegak hukum begitu,” ujar bekas Kadiv Humas Mabes Polri ini.

“Pasca rehab tentu harus ada pendampingan agar korban kejahatan narkoba tidak terpengaruh lagi. Petugas konselor dan orangtuanya turut mengawasi,” pesan Anang.

Anang menjelaskan, hukuman di Indonesia terhadap pengedar narkoba sangat berat. “Undang-undang kita sangat keras. Buktinya sudah mengeksekusi mati enam terpidana. Dalam waktu dekat ada lagi,” kata Anang. (rmol/dep)