Nunut Dibius, Rp 52 Juta Melayang

POJOKSATU – Kasihan sekali Nunut Uqnudim (43). Jerih payah dia bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Spanyol selama lima tahun tidak bisa dibawa pulang. Uang tunai 4.000 Euro atau sekitar Rp 52 juta untuk keluarganya ludes digasak.

Nunut dibius di travel saat perjalanan pulang ke Kampung Desa Jono Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Ia pun dibuang dan ditemukan warga dalam kondisi tak sadarkan diri di daerah Babakanjati, Marengmang, Kalijati, Kamis (29/1).

Menurut pengakuan Nunut di Polsek Kalijati, masih ada dua korban lainnya yang dibuang entah di mana. Hingga kemarin Nunut masih dirawat di Puskemas Kalijati.

Selain uang tunai, sejumlah barang berharga seperti handphone dan lainnya juga digasak para pelaku. Yang tersisa hanya tas berisi pakaian.


Kanitreskrim Polsek Kalijati Aiptu Dede Kusyani mengatakan,  pihaknya berhasil mengevakuasi korban berdasarkan laporan dari masyarakat.

“Korban langsung diberikan pengobatan intensif di Puskesmas Kalijati. Hingga kini kondisinya belum sadar,” tuturnya.

Dijelakan Dede, kepada polisi ia menceritakan kejadian yang menimpanya dalam kondisi kurang sadar dan terbata-bata karena pengaruh bius. Korban berkerja di Negara Spanyol sejak lima tahun sebagai anak buah kapal (ABK).

“Awalnya turun di Bandara Soekarno Hatta akan melanjutkan lagi perjalanan mudiknya naik kereta api dari Stasiun Gambir tujuan Purworejo. Namun tiba-tiba ada orang yang berpura-pura mengenal dirinya dan mengajak memakai jasa bis travel. Korban jadinya tidak naik kereta, malah naik jasa travel,” katanya.

Di dalam kendaraan travel itu ada dua orang lainnya yang juga TKI yang baru pulang dari Malasyia. Ketika korban sudah dalam perjalanan, tiba-tiba berhenti di terminal dan pelaku turun dari travel lalu memberikan minuman orange jus yang diduga sudah diberikan obat bius kepada tiga penumpang TKI tersebut.

“Lalu setelah meminum minuman tersebut langsung tidak sadar diri dan pelaku membuang Nunut namun yang dua orang lagi tidak diketahui dibuang di mana. “Yang disisakan hanya tas berisi pakaian dan surat surat-surat saja,” katanya.

Polisi masih akan mengembangkan kasus tersebut sambil menunggu korban sadarkan diri. (ygo/man/jpnn/lya)