Konsumsi Pil “Setan”, 2 Tewas

Ilustrasi, pembunuhan, anak bos ormas dibunuh
Ilustrasi

usai-kencan-dengan-wanita-ketua-kpu-boven-digul-tewas-di-hotel

POJOKSATU – Dua warga Kalialang RT 01 RW 07, Sukorejo, Gunungpati, tewas akibat mengonsumsi pil Dextro atau sering disebut pil koplo. Keduanya diduga mengalami overdosis setelah menenggak sejumlah pil yang termasuk obat daftar G tersebut.

Kedua korban adalah Darwadi, 25, dan Eko Riyadi, 30. Darwadi sendiri ditemukan terkapar di depan sebuah rumah di Perumahan Taman Sentosa, Gunungpati, Kamis (29/1) sekitar pukul 06.00. Sedangkan Eko mengembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat di RSUP dr Kariadi sekitar pukul 00.00.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang (Grup Pojoksatu.id), di sekitar jenazah Darwadi ditemukan bekas muntahan. Diduga ia mengonsumsi pil ’setan’ tersebut secara berlebihan alias overdosis hingga akhirnya tewas.


Aparat Polrestabes Semarang yang melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian menemukan sejumlah pil Dextro di kantong celana milik Darwadi.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto membenarkan adanya temuan pil Dextro tersebut. ”Iya, sejumlah pil Dextro ditemukan di kantong celana Darwadi,” ungkap Sugiharto.

Dijelaskannya, hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, bekas muntahan Darwadi ditemukan zat pewarna. Diduga berasal dari sebuah minuman ringan kemasan yang digunakan untuk menenggak pil Dextro tersebut.

”Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, bisa saja terjadi, korban menenggak pil tersebut menggunakan minuman ringan. Sehingga itu mengakibatkan reaksi keras,” bebernya.

Kendati demikian, Sugiarto mengaku belum bisa memutuskan apa penyebab meninggalnya korban secara pasti. ”Kami masih menunggu hasil otopsi dari RSUP dr Kariadi,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah saksi yang enggan dikorankan namanya menjelaskan, awalnya Rabu (28/1) malam, Darwadi dan Eko sedang nongkrong di depan rumah kosong di kawasan Perumahan Taman Sentosa, Gunungpati.

Keduanya asyik ngobrol di lokasi kejadian yang digunakan sebagai tempat pembuatan arang. Mengenai apa yang diminum, saksi tersebut mengaku tidak tahu. Namun minuman yang di hadapan korban adalah minuman ringan, kopi, dan masih ada yang lain.

Ketika malam bergeser menjelang dini hari, Eko pamit untuk pulang ke rumahnya. Sampai di rumah, Eko diketahui mengeluh sakit kepada keluarganya sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan Darwadi memilih tetap di lokasi. Hingga pagi buta, Darwadi ditemukan tewas oleh warga yang sedang lari pagi.

Penemuan jenazah Darwadi kemudian dilaporkan ke Polsek Gunungpati diteruskan ke Mapolrestabes Semarang.
Salah seorang keluarga Eko membenarkan kalau Eko sampai di rumah langsung mengeluh sakit. ”Dia langsung rebahan di ruang tamu,” kata keluarga korban yang juga enggan disebut namanya.

Lebih lanjut, kata saksi, Eko sempat meminta makan karena lapar. Namun kondisinya semakin memburuk, sehingga saksi bersama keluarga yang lain memutuskan untuk membawanya ke RSUP dr Kariadi. ”Saat dirawat di rumah sakit sempat muntah-muntah, sebelum akhirnya meninggal,” ungkapnya.

Aparat Polrestabes Semarang sendiri hingga kemarin masih mengumpulkan sejumlah keterangan saksi untuk dilakukan pendalaman penyelidikan. (amu/aro/ce1/dep)