Heran, Dari Rp 670 M, Dana KJP Melonjak Jadi Rp 4,9 T

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa

POJOKSATU – Alokasi dana untuk program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tahun ini membengkak luar biasa. Menurut data alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), total duit KJP mencapai Rp 4,98 triliun. Padahal, tahun lalu anggarannya hanya Rp 670,7 miliar. Itu berarti membengkak lebih dari Rp 4 triliun.

Data akurat yang didapat Jawa Pos (Grup Pojoksatu.id) menunjukkan, alokasi dana KJP ditempatkan di bantuan dana hibah melalui dinas pendidikan (dispendik). Jumlahnya Rp 3 triliun. Selain di pos hibah dispendik, ternyata ada alokasi dana KJP di pos sekretariat daerah (setda) dengan plafon anggaran Rp 1,98 triliun.

Anggota Komisi E DPRD DKI Steven Setia Budi Musa membenarkan data tersebut. ’’Saya juga heran itu,’’ katanya Kamis (29/1).

Karena itu, politikus PDI Perjuangan tersebut mendesak kepala dispendik dan setda mau transparan. Steven tidak menginginkan adanya permainan anggaran KJP. ’’Harus dipublikasikan. Siapa penerimanya, uang yang diterima berapa, benar miskin atau tidak harus benderang,’’ pintanya.


Berdasar data dispendik yang disampaikan ke DPRD DKI, pada 2014, penerima KJP adalah 573.089 siswa dengan anggaran Rp 670,7 miliar. Siswa SD mendapat Rp 180 ribu per bulan, SMP (Rp 210 ribu), dan SMA (240 ribu). Nah, tahun ini dispendik memang mengusulkan jumlah duit yang diterima siswa dalam program KJP naik. Siswa SD mendapat Rp 210.000 per bulan, SMP (Rp 250 ribu), dan SMA (Rp 280 ribu).

Kalau benar anggaran KJP Rp 3 triliun, Pemprov ‎DKI terbilang sangat murah hati. Sebab, jika diasumsikan terdapat 600 ribu siswa tidak mampu yang berhak menerima KJP, setiap anak didik mendapat Rp 5 juta per tahun. Rata-rata lebih dari Rp 400 ribu per bulan.

Kadispendik DKI Jakarta Arie Budhiman menyatakan baru mengetahui dana KJP yang disetujui dalam APBD 2015 sebesar Rp 3 triliun. Hingga kemarin sore, dia bersikukuh bahwa anggaran yang disetujui Rp 2,2 triliun. ’’Saya tadi (kemarin, Red) tanya, ternyata benar hasil input Rp 3 triliun,’’ ucapnya.

Arie mengatakan, dana yang disetujui Rp 3 triliun dengan asumsi data penerima KJP 2014 sebanyak 573.089 siswa. Ditanya tentang perbedaan luar biasa antara 2014 dan 2015, dia menyebutkan bahwa anggaran tersebut adalah plafon yang tidak lantas dihabiskan semua. ’’Dana tidak terpakai bisa dikembalikan, ada efisiensi,’’ jelas dia.

Pada Agustus atau Oktober nanti, lanjut Arie, biasanya ada perubahan APBD. Saat itu memungkinkan dilakukan penambahan atau pengurangan anggaran.

Mantan kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta itu menyatakan, dirinya tidak ikut serta dalam menyusun anggaran tersebut. Sebab, saat itu dia belum bertugas di dinas pendidikan. ’’Kenapa kok gapnya besar? Nanti saya tanyakan,’’ lanjutnya.

KJP adalah kartu (sejenis kartu ATM bank) yang diterbitkan khusus di Jakarta. Fungsinya, menarik uang melalui ATM Bank DKI. Dana itu khusus dipergunakan siswa tidak mampu. Misalnya, membeli buku, alat tulis, dan ongkos ke sekolah. KJP diprakarsai Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat gubernur DKI. Program tersebut kali pertama diluncurkan Jokowi yang kini menjadi presiden pada awal Desember 2012 di SMA Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sejak program KJP bergulir, mekanisme pencairan dan tepat pembelanjaan terus dievaluasi. Sistemnya akan dikendalikan melalui banking system bekerja sama dengan Bank DKI. Pengambilan dana KJP bakal menggunakan otodebit. Mekanismenya, siswa bisa mengambil sejumlah uang tunai per minggu untuk kebutuhan transportasi, makan-minum atau tambahan gizi siswa, serta buku dan alat tulis.

Selebihnya, dana akan dikunci dan baru bisa dibelanjakan pada event tertentu. Misalnya, Jakarta Book Fair, dan event IKAPI. Pembayarannya menggunakan sistem EDC (electronic data capture). Nah, dari situ item-item pembelanjaan bisa diketahui atau dideteksi. Dengan begitu, pembelanjaan dana KJP lebih tepat sasaran. Sebab, jangan sampai ada orang tua siswa penerima yang memanfaatkan uang KJP untuk kebutuhan di luar sekolah. Contohnya, untuk membeli handphone. (riz/puj/hud/c4/any/dep)