Danrem Kerahkan Pasukan Sukseskan Gerakan 5 Juta Biopori

Penemu LRB Kamir R. Brata menjelaskan tata cara pembuatan lubang biopori usai simulasi di halaman parkir Graha Pena Bogor. Fiti Rangga/pojoksatu.id
Penemu LRB Kamir R. Brata menjelaskan tata cara pembuatan lubang biopori usai simulasi di halaman parkir Graha Pena Bogor. Fiti Rangga/pojoksatu.id
Penemu LRB Kamir R. Brata menjelaskan tata cara pembuatan lubang biopori usai simulasi di halaman parkir Graha Pena Bogor. Fiti Rangga/pojoksatu.id

POJOKSATU – Gerakan pembuatan lima juta lubang resapan biopori (LBR) di Bogor mendapat respon positif dari TNI. Abdi negara itu siap mendukung dan menyukseskan gerakan penyelamatan lingkungan hingga tuntas.

Komandan Korem 061 Suryakencana, Kolonel Inf Fulad mengatakan, pihaknya mendukung penuh gerakan tersebut. TNI, kata dia, akan ikut membantu membuat lubang biopori yang dimulai dari Yasmin, Kota Bogor, tepatnya di area Graha Pena Radar Bogor.

Menurut dia, keikutsertaan TNI dalam menyukseskan program masyarakat merupakan wujud komitmen TNI untuk lebih dekat dengan masyarakat.

“Saya ingin agar Korem itu tidak menakutkan. Korem punya rakyat. Artinya, program masyarakat wajib kita dukung, termasuk pembuatan lubang biopori. Saya dukung penuh program ini, kalau perlu kita akan tambah pasukannya,” tegas Komandan Korem (Danrem) 061 Suryakencana di Graha Pena Radar Bogor, Rabu (28/1/2015).


Sementara itu, Ketua Gerakan 5 Juta Biopori, Gatut Susanta mengatakan, pembuatan lubang biopori dimulai dari area Graha Pena Radar Bogor di Jalan KH Abdullan bin Nuh.

“Sabtu ini (31/1) kita akan membuat 250 lubang biopori di beberapa titik, seperti area Graha Pena, Jalan KH Abdullah bin Nuh, dan perumahan Taman Yasmin,” ujar Gatut kepada Pojoksatu.id, Jumat (30/1/2015).

Menurut dia, gerakan ini dimulai dari Radar Bogor karena CEO koran Jawa Pos Grup itu merupakan penanggung jawab kegiatan. “Pak Hazairin Sitepu (CEO Radar Bogor Grup) penanggung jawabnya. Makanya, harus dimulai dari dia dulu,” tutur mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor tersebut.

Gatut mengapresiasi kesediaan dan komitmen TNI dalam menyukseskan gerakan lima juta biopori. “Tanpa keterlibatan TNI, gerakan ini akan sulit terwujud. Kita berterima kasih sekali kepada Pak Danrem yang begitu semangat menyukseskan kegiatan ini. Kita kerja bareng-bareng, swasta dan TNI sama-sama pelopor,” imbuh Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Barat ini.

Menurut Gatut, setelah Kota Bogor, gerakan pembuatan biopori akan dilanjutkan ke wilayah Kabupaten Bogor. Gerakan ini menyasar perumahan, lingkungan perusahaan, kampus, dan jalan-jalan utama, hingga jalan tol. “Tulang punggungnya TNI. Kita juga melibatkan media massa, karang taruna, dan KNPI,” pungkas Gatut. (cr2)