Camat DKI Minta Uang Lembur, Padahal Gaji Rp 48 Juta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat

POJOKSATU – Meski gaji para aparat pemerintah di DKI Jakarta lumayan tinggi, namun mereka belum puas. Buktinya, pada kunjungan kerja Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat ke Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan, Jumat(30/1), Camat Kebayoran Baru, Edy Suherman, masih meminta uang lembur.

“Soalnya, kami kerja lebih dari jam kerja,” kata Eddy, disambut riuh para lurah, camat, dan pejabat di Jakarta Selatan.

Namun menurut Djarot, permintaan itu belum bisa dipenuhi. Ia malah menyindir para lurah dan camat itu agar memperbaiki kinerja. “Orientasi bukan gaji dan lembur saja, tapi juga bagaimana melayani masyarakat,” katanya.

Djarot mengaku saat ini masih banyak pegawai negeri sipil yang datang dan pulang tepat waktu, tapi kinerjanya seadanya. “Saya paling marah dengan pegawai seperti itu,” katanya. Sering kali kata dia, para abdi negara tersebut jalan-jalan ke pusat perbelanjaan saat jam kerja. Mestinya, dengan gaji yang besar, kinerja para aparat bisa lebih baik.


Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menaikkan gaji para walikota, camat dan lurah dengan harapan agar mereka meningkatkan kinerja. Ahok menyebutkan, gaji seorang lurah di Jakarta mencapai Rp 33 juta per bulan. Sedangkan camat lebih dari 48 juta, dan wali kota Rp 75 juta. (ril)