BG Akan Dijemput Paksa?

Calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan
Calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan
Calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan

POJOKSATU – Jika pada kali kedua pemanggilan pemeriksaan Irjen Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka tetap mangkir dengan alasan tak jelas, maka KPK akan melakukan penjemputan paksa. Hal itu dikatakan Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, usai menerima informasi dari seorang polisi berpangkat Kombes, bahwa BG tak akan hadir. Alasannya, surat yang dilayangkan KPK terhadap BG tidak terlalu jelas dan BG sendiri sedang melakukan upaya praperadilan.

“Sesuai KUHAP, jemput paksa akan dilakukan jika dua kali panggilan, dan dua-duanya tidak patut, maka ada kemungkinan dijemput paksa. Itu kewenangan penyidik,” katanya kepada wartawan, Jumat (30/1).

Saat ini menurut Priharsa, penyidik masih menelaah dua faktor tersebut untuk menentukan status ketidakhadiran Budi Gunawan. Jika dianggap tidak patut, maka tersangka kasus dugaan suap dan penerimaan hadiah itu terancam dijemput paksa oleh KPK.

Priharsa menyebutkan, sekitar pukul 10.30 WIB ada seorang dari Divisi Hukum Mabes Polri datang ke gedung KPK. Ia mengaku tak begitu mengatahui secara jelas namanya, namun ia memastikan pangkat polisi tersebut sekelas Kombes.


Menerima tindakan tak lazim tersebut, KPK kecewa. Tindakan tersebut dianggap tidak patut oleh penyidik KPK. Menurut Priharsa, ada dua hal yang mendasari anggapan tersebut.

Yang pertama adalah, penyampaian konfirmasi dilakukan secara lisan oleh orang ketiga. Hal ini membuat penyidik mempertanyakan apakah konfirmasi yang disampaikan bersifat resmi atau tidak. Apalagi, anggota Polri yang menyampaikan konfirmasi tersebut tidak membawa surat kuasa dari Budi Gunawan.

“Yang kedua berkaitan dengan alasan proses praperadilan. Penyidik menyampaikan, tidak ada dasar hukum bahwa seorang saksi tidak hadir lataran prosesnya sedang masuk tahap praperadilan,” papar Priharsa. (dil/awa/jpnn/ril)