Beli Miras Harus Pakai KTP

Minuman keras

POJOKSATU – Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengeluarkan kebijakan untuk melarang semua minimarket menjual minuman keras seperti bir dengan kadar alkohool di atas lima persen (golongan A).

Kepala Disperindag Kota Bogor, Bambang Budianto mengatakan, mulai hari ini, Jumat (30/1/2015) semua minimarket di Kota Bogor dilarang menambah stok bir hingga Mei 2015 mendatang.

“Kita kasih waktu hingga empat bulan untuk pengosongan stok di minimarket. Yang boleh jual bir cuma supermarket besar saja. Kalau mau beli harus menunjukkan KTP,” ujar Bambang saat dihubungi Pojoksatu.id, Jumat (30/1/2015).

Larangan ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.


Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel melarang penjualan minuman beralkohol di bawah lima persen (golongan A) di minimarket. Minuman alkohol Golongan A merupakan minuman dengan kadar alkohol diantaranya bir, bir hitam, dan minuman ringan beralkohol.

Selama ini minimarket diizinkan untuk menjual minuman beralkohol di bawah lima persen dan langkah tersebut diambil setelah Kemendag mendengar banyak masukan dan keluhan dari masyarakat yang menyatakan bahwa penjualan minuman beralkohol di minimarket sudah mulai mengganggu dan tidak sesuai dengan ketentuan lagi. (cr1)