11 Terpidana segera Ditembak Mati

Ilustrasi

Ilustrasi Hukuman Mati

POJOKSATU- Sebanyak 11 orang terpidana mati kasus narkotika dan pembunuhan diperkirakan akan menghadapi eksekusi tahap kedua tahun ini. Pasalnya, aspek hukum kesebelas terpidana ini sudah terpenuhi untuk segera dilakukan eksekusi.

“Sampai hari ini, Kejaksaan Agung  sudah menerima 11 Keppres yang menolak grasi terpidana mati,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Tony T Spontana di kantornya, Jumat (30/1).

Adapun, kesebelas terpidana mati itu terdiri dari empat orang warga negara Indonesia dan tujuh warga negara asing (WNA). “Delapan orang terpidana terlibat kasus narkotika, sedangkan tiga orang lainnya kasus pembunuhan,” terangnya.


Meski demikian, Tony belum bisa memastikan kapan eksekusi tahap kedua itu dilaksanakan. Ini mengingat pihaknya masih menunggu hasil evaluasi eksekusi tahap pertama yang dilaksanakan, Minggu (18/1) lalu. “Sampai hari ini, tanggalnya belum ditentukan,” ujarnya.

Informasi dikumpulkan, delapan terpidana mati kasus narkotika yang siap untuk dieksekusi antara lain, Andrew Chan (WN Australia),
Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina), Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia), Serge Areski Atlaoui (WN Prancis), Martin Anderson alias Belo (WN Ghana), Raheem Agbaje Salami ‎(WN Cordova) dan Rodrigo Gularte (WN Brazil) dan Zainal Abidin (WNI). Untuk kasus pembunuhan yakni, Syofial alias Iyen bin Azwar (WNI), Harun bin Ajis (WNI) dan Sargawi alias Ali bin Sanusi (WNI).

(ydh/indopos/ps)