Walikota Jakbar Tangkap Basah 7 PNS

Anas Effendi menangkap basah bawahannya yang plesiran saat jam kerja.foto : asp/indopos/pojoksatu.id
Anas Effendi menangkap basah bawahannya yang plesiran saat jam kerja.foto : asp/indopos/pojoksatu.id
Anas Effendi menangkap basah bawahannya yang plesiran saat jam kerja.foto : asp/indopos/pojoksatu.id

POJOKSATU – Walikota Jakarta Barat (Jakbar) Anas Effendi menangkap basah bawahannya yang plesiran saat jam kerja. Effendi menemukan tujuh PNS yang keliaran di lokasi berbeda.

Nasib nahas dialami Taufik. Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kesehariannya bertugas sebagai staff Seksi Keluarga Berencana, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Pemkot Jakbar ini kedapatan berada di kantin. Rabu (28/1) sore itu sekitar pukul 15.30, Taufik yang tengah makan ditegur langsung oleh Anas.

“Mengapa kamu makan di saat jam kerja?” tanya Anas menegur bawahannya itu dari belakang.

Teguran Anas itu membuat Taufik tersedak. Ia pun kaget dihampiri langsung oleh wali kota. “Saya baru saja balik dari Puskesmas Kelurahan Pegadungan, di Kalideres pak. Tadi habis mengurus persiapan acara soal KB dan. Tadi belum sempat makan,” kilah Taufik dengan nada grogi.


Tak lantas percaya, Anas kembali bertanya, “Tapi tahu tidak kalau sekarang (pukul 15.30 WIB) masih waktu kerja dan tidak boleh meninggalkan kantor?” tanya Anas lagi. Mendadak ciut, Taufik pun mengakui kesalahannya, berkeliaran di luar jam kerja. “Ya pak, saya salah,” ucapnya.

Tak hanya Taufik, sidak Wali Kota Anas hari itu menyasar 5 PNS lainnya yang juga kedapatan berada di kantin. Tiga PNS ketahuan sedang ‘ngopi-ngopi’ di kantin dekat tempat parkir motor. Satu PNS lain, kedapatan sedang makan.

Sebelumnya, sekira pukul 10.00, dua PNS juga tertangkap basah meninggalkan kantor saat jam kerja. Pagi itu, satu PNS tertangkap sedang belanja di Hypermart Kembangan dan seorang lagi sedang berada di restoran McDonald yang terletak persis di depan kantor Wali Kota.

Anas memastikan, 7 diantara 8 bawahannya yang tertangkap tangan itu mendapat sanksi tegas berupa peringatan. Taufik menjadi satu-satunya yang dimaklumi, karena menunjukkan bukti kuat penugasan dari atasan. “Karena menyelesaikan tugas, dia tadi belum sempat makan saat jam istirahat, itu tidak apa-apa, masih dimaklumi. Kalau yang lain tidak boleh mengulangi,” kata Anas.

Informasi terkait bawahannya yang sering plesiran saat jam kerja itu, kata Anas, sudah diketahui oleh Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama. Ahok pun mengaku gerah mendapat teguran dari orang nomor satu DKI yang akrab disapa Ahok itu. “Pak Gubernur juga bilang kalau banyak PNS di Jakarta Barat yang suka jalan-jalan saat jam kerja. Makanya mending saya inspeksi mendadak, ternyata benar saja,” beber Anas. (asp/ind/one)