Tanah Retak, 16 Rumah Ambruk

Tanah retak di Sukaresmi, Cianjur.
Tanah retak di Sukaresmi, Cianjur.
Tanah retak di Sukaresmi, Cianjur

POJOKSATU – Sedikitnya 16 unit rumah ambruk akibat bencana alam tanah retak di Kampung Cikancana RT 1/8, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Rabu (28/1). Sebanyak 363 jiwa terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, dua unit rumah, satu unit bangunan PKBM, satu unit pos kamling mengalami rusak ringan, dan 69 unit rumah lainnya terancam ambruk akibat pergerakan tanah setinggi 4-7 meter. Sementara itu, Ruas Jalan Cikancana-Cikalongkulon dan Cikancana-Sukaresmi terputus.

“Sebenarnya suara retakan tanah sudah terdengar sejak empat hari lalu. Suara retakan tanah kemudian terdengar lagi pada dini hari kemarin. Kemudian pada pagi harinya terjadi pergeseran tanah, sampai rumahpun ikut bergerak,” papar Dedi (39) salah seorang korban.

Camat Sukaresmi Asep Kusmana Wijaya menjelaskan, pihaknya sudah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Bahkan dengan cepat, kejadian tersebut sudah dilaporkan terhadap pemerintah kabupaten.


“Kami berharap secepatnya ada solusi atas nasib para korban. Apalagi
jalan yang menghubungkan dua wilayah terputus, dan tidak terdapat jalan alternatif lainnya,” jelasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suhara mengatakan, salahsatu penyebab terjadinya retakan tanah karena di atas perbukitan Cikancana terdapat sebuah kolam milik warga, sehingga memicu terjadinya tanah rayapan dan tanah terus bergerak.
“Retakan ini disebabkan oleh pergerakan air yang tidak mengalir. Selain itu, perawatan irigasi yang buruk, ikut mempengaruhi terjadinya retakan tanah,” katanya.
Menurutnya, Cikancana termasuk ke dalam daerah dengan kontur tanah labil, dan banyaknya alih fungsi lahan menjadi pemukiman warga. Lebih parahnya lagi, di daerah tersebut dibangun sebuah rumah secara permanen, padahal kami telah menginstruksikan agar tidak boleh membangun rumah secara permanen.

“Cikancana itu masuk ke dalam jenis rayapan lamban, sehingga pergerakannya terus terjadi secara perlahan. Apalagi saat ini musim hujan, sehingga pergerakan yang semula lamban bisa menjadi cepat akibat terus menerus diguyur hujan,” paparnya.

Kapolsek Sukaresmi AKP Sutarna menyatakan, pihaknya akan terus memonitor lokasi bencana selama 1×24 jam. Kemudian menyerankan warga agar terus berkoordinasi dengan pemerintah, Polres, dan TNI.

“Kami sudah laporkan kejadian ini ke Kapolres Cianjur, dan ini menjadi perhatian kami,” tukasnya.(fhn/dep)