Setelah Apel, Muncul Melon Berbakteri

Ilustrasi

POJOKSATU – Pemerintah Kota Bogor bertindak tegas terhadap apel Granny Smith dan Gala yang diimpor dari Bidart Bros, Bakersfield, California, Amerika Serikat. Apel yang terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes dilarang dijual di kota hujan tersebut. Larangan ini terkait pengumuman Kementerian Perdagangan yang menyatakan dua apel itu.

Bakteri tersebut menyebabkan ‎infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Selain itu, juga dapat menyebabkan keguguran kepada wanita hamil. Bakteri Listeria monocytogenes dapat menyebabkan gejala infeksi jangka pendek kepada orang-orang sehat, berupa demam tinggi, sakit kepala, pegal, mual, sakit perut, dan diare.

“Sudah kami arahkan agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengontrol barang-barang yang masuk termasuk dua apel berbakteri tersebut,” ujar Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman kepada Radar Bogor, kemarin.

Sejatinya, pemkot sudah mulai menarik apel berbakteri asal Negeri Paman Sam itu dari pasaran sejak Selasa (27/1). Namun, masih saja ada retail maupun toko buah yang bandel dengan memajang (display) dua apel tersebut.


Usmar mengaku sudah memberi perintah kepada Disperindag dan Dinas Pertanian agar segera mengeluarkan hasil uji sampel pada apel jenis Granny Smith dan Gala. “Kabar terakhirnya sedang diuji, kita tunggu saja hasilnya. Harapannya, masyarakat agar tidak panik,” ucapnya.

Hari ini, rencananya Disperindag Kota Bogor melakukan sidak di beberapa swalayan dan toko buah yang masih menjual apel berbakteri. “Akan kita sidak besok (hari ini, red). Langkah ini merupakan cara antisipasi kami melindungi konsumen dan masyarakat,” ujar Kepala Disperindag Kota Bogor Bambang Budianto, kemarin.

Bagi tokoh buah dan swalayan yang masih kedapatan menjual dua jenis apel berbakteri, sambung Bambang, akan diberi sanksi tegas, baik itu berupa teguran hingga pencabutan izin usaha. “Karena bakteri ini sangat berbahaya jika sudah dikonsumsi, maka kami tak main-main,” tandasnya.

Sementara kemarin, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Bogor melakukan sidak di beberapa swalayan dan toko buah di Tegar Beriman. Hasilnya, satu swalayan diberikan teguran.

Satu keranjang apel jenis Granny Smith yang masih dipajang langsung disita. “Sudah kita tarik dari pasaran dua jenis apel tersebut. Salah satu swalayan yang kita dapati masih menjual sudah kita tarik untuk tidak dijual,” ucap Kabid Perdagangan Disperindakop Kabupaten Bogor, Ikke Silviani.

Selain apel jenis Granny Smith dan Gala, ternyata masih banyak lagi beberapa makanan yang diduga terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Seperti keju, melon, serta salad kubis.

“Jadi, sebenarnya bukan apel saja yang rentan terkena bakteri ini. Masalahnya, bakteri itu bisa masuk karena proses pengepakan yang tidak baik, dan itu yang terjadi pada dua apel impor asal Amerika ini,” ujar peneliti keamanan pangan di Seafast dan Departemen Ilmu Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Prof Ratih Dewanti.

Menurut Ratih, temuan bakteri yang mengontaminasi apel seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengepakan buah, sayur, maupun produk pangan lainnya. Asal diketahui, bakteri Listeria monocytogenes atau penyakit Listeriasis ditemukan pertama kali pada 1983 pada salad kubis di Kanada.

Bakteri ini, sambung Ratih, lumrahnya berkembang di daerah dengan sanitasi buruk. “Bakteri ini mampu bertahan di suhu dingin, namun tak tahan panas,” tandasnya. Sementara itu, Kementerian Perdagangan meminta masyarakat tidak panik dengan adanya larangan mengonsumsi apel asal Amerika Serikat. Sebab, larangan itu hanya berlaku untuk apel yang diimpor dari California. Sedangkan, Indonesia selama ini hanya mengimpor apel dari Washington.

”Apel yang dilarang itu hanya yang dari California, di luar itu masih boleh. Impor apel Amerika itu selama ini 99 persen dari Washington, bukan California. Kalaupun ada apel jenis Granny Smith dan Ggala yang masuk, itu bukan dari Amerika Serikat, tapi mungkin dari negara lain,” ujar Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Widodo.

Dia menyatakan sudah mengecek data importasi apel dari Amerika Serikat dan tidak menemukan impor apel jenis Granny Smith dan Gala dari California. Tim dari Kementerian Perdagangan juga telah menyisir sejumlah pusat perbelanjaan dan toko retail, namun tidak menemukan apel mematikan itu. ”Yang dilarang itu merek Granny’s Best dan Big B,” kata Widodo. (ind/rp5/mer/radar bogor/lya)