Kadis Pertanaman DKI Jakarta: Kata Siapa Mau Beli Pohon Rp 750 Juta

salah satu jenis pohon baobab. Foto: wikimedia
salah satu jenis pohon baobab. Foto: wikimedia

POJOKSATU – Rupanya pohon Baobab, sudah ada sejak 2013 di Waduk Ria Rio. Rencananya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menambah koleksi dan membeli pohon mahal seharga Rp 750 juta tersebut. Namun beredarnya kabar tersebut dibantah oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Nandar Sunandar.

Pembelian pohon asal Afrika itu menurutnya, hanyalah salah paham atau miskomunikasi. Bahkan kata Nandar, pihaknya malah belum memiliki rencana untuk mengadakan bahkan membeli pohon mahal tersebut.

“Kabar ini hanya miskomunikasi. Kami belum ada merencanakan pembelian,” kata Nandar, Kamis (29/1)

“Kemarin itu kami ditanya oleh anggota DPRD, bahwa katanya ada pohon yang mahal sampai ratusan juta. Kemudian staf saya menyatakan, iya ada, sampai Rp 750 juta ada. Memang benar ada, ini tanaman eksotis jenis Baobab dari Afrika,” tegasnya.


Mengenai bahwa pohon ini sudah ada dan ditanam di Waduk Ria Rio sebelumnya, dia juga belum mendapatkan informasi detail termasuk soal harga yang harus dikeluarkan untuk membeli pohon Baobab tersebut. Begitupun mengenai rencana akan menambah koleksi pohon mahal di waduk tersebut, juga dibantahnya.

Ia meluruskan, bahwa dana yang dianggarkan senilai Rp 1,5 miliar untuk Waduk Ria Rio itu, bukan untuk membeli pohon melainkan untuk membangun taman.

“Kita enggak (ada anggarannya), itu DPRD kemarin hanya bertanya ada pohon yang mahal itu. Ya kan sebenarnya bisa saja, kalau memang ini menjadi suatu keindahan karena pohonnya memang eksotis. Tapi itu yang jadi pertimbangan kita (bagaimana merawatnya), apakah tidak ada yang lebih bagus?” bebernya.

Namun, kata Nandar, bukan berarti pihaknya sama sekali tidak memikirkan hal ini. Jika ada yang lebih indah dari pohon Baobab dan harganya jauh lebih murah, menurutnya, kenapa tidak memilih pohon tersebut. Bukan hanya keindahan tapi juga baik untuk lingkungannya. (lya)