Heboh, PSK Ini Curhat Tamunya Selalu Menolak Pakai Kondom

psk, pekerja seks, prostitusi, artis psk
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – Bukannya lari tunggang langgang, para pekerja pekerja seks komersial (PSK) Sungai Bengawan, Kelurahan Juata Permai ini malah cuek dan tak terlihat takut dengan kedatangan petugas Satpol PP Kota Tarakan tersebut. Kedatangan pasukan penegak peraturan daerah (Perda) ke kawasan lokalisasi tersebut ternyata sudah dijadwal. Bukan hanya Pol PP, pada Kamis (29/1) pagi-pagi itu bersama sejumlah instansi lain.

Ya, Satpol PP mendampingi petugas dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan sejumlah lembaga lainnya yang peduli terhadap kehidupan PSK yang akan menggelar sosialisasi.

Radar Tarakan (Grup Pojoksatu.id) melaporkan, dalam pertemuan dengan PSK itu, Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Tarakan Manaf mengatakan, agar para pengelola tempat hiburan malam di kawasan lokalisasi ini untuk menertibkan anak buahnya yang terindikasi terjangkit penyakit IMS (Infeksi Menular Seksual).

Manaf juga menegaskan, pihaknya akan mengawal aturan yang telah dibuat dalam bentuk Perda terkait kewajiban menggunakan kondom sebelum berhubungan untuk mencegah penularan HIV.


“Ancaman apabila aturan itu dilanggar adalah kurungan maksimal tiga bulan atau denda Rp 50 juta,” kata Manaf di depan puluhan PSK dan mucikari yang menghadiri acara sosialisasi tersebut.

Menanggapi penjelasan Manaf, sejumlah PSK langsung curhat. Nurjannah misalnya. Dia curhat kalau tamunya justru selalu menolak memakai kondom. Jika ia memaksa memakai kondom, Nurjannah justru khawatir tamunya akan meninggalkannya. Otomatis keluhnya, ia akan kehilangan job.

“Setahu kami, penyakit IMS atau HIV itu berbahaya. Tapi masalah kondom, banyak tamu kami tidak mau pakai kondom. Kami sebagai penerima tamu tidak bisa paksa mereka pakai kondom kalau mau dapat uangnya,” cuhat Nurjannah.

Menanggapi curhatan tersebut, Manaf menyampaikan, PKBI akan menerapkan kartu jujur kepada para PSK, isinya sejumlah list yang harus diisi. Misalnya berapa banyak PSK tersebut menerima tamu. Dari tamu-tamunya tersbeut, ada berapa yang setuju memakai kondom dan berapa yang menolak.

“Dengan begitu bisa dikontrol intensitas penggunaan kondomnya,” ujar Manaf.

Selain itu, dinas kesehatan melalui Puskesmas Juata Laut juga rutin tiap bulannya melakukan pemeriksaan terhadap PSK. Hasil pemeriksaannya, kata Manaf, akan ketahuan juga intensitas penggunaan kondom.(yan/jpnn/lya)