Duh, Bupati Lecehkan Profesi Jurnalis

HINA JURNALIS- Bupati batang saat menemui ratusan masa pengunjuk rasa di aula pendopo pemkab Batang. dalam pertemuan tersebut Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo mengucapkan kalimat hinaan terhadap wartawan.
HINA JURNALIS- Bupati batang saat menemui ratusan masa pengunjuk rasa di aula pendopo pemkab Batang. dalam pertemuan tersebut Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo mengucapkan kalimat hinaan terhadap wartawan.
HINA JURNALIS- Bupati batang saat menemui ratusan masa pengunjuk rasa di aula pendopo pemkab Batang. dalam pertemuan tersebut Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo mengucapkan kalimat hinaan terhadap wartawan.

POJOKSATU – Sejumlah media yang berada di Kabupaten Batang menggeruduk Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo. Aksi ini dilakukan karena bupati menghina profesi wartawan yang dilontarkan dihadapan ratusan masa nelayan yang berunjuk rasa menuntut pencabutan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan no 2 tahun 201 di aula pendopo pemerintah Kabupaten Batang, rabu (28/1) lalu.

Kejadian bermula, ketika ratusan masa pengunjuk rasa yang terdiri dari nelayan, buruh fillet hingga pedagang ikan melakukan aksinya di gedung DPRD kabupaten Pekalongan. Karena masih belum puas, masa meneruskan aksinya di halaman kantor pemkab Batang dan akhirnya ditemui langsung oleh Bupati.

Saat dihadapan masa bupati mengucapkan sebuah kaliamat penghinaan kepada wartawan yang akan memberitakan aksi unjuk rasa di kantor pemkab tersebut.

“Wartawan mana ini wartawan, kalau ada wartawan yang memberitakan bahwa nelayan demo ke pemkab. Berarti wartawan itu go….,” ucap Yoyok. Spontan masa yang datang serentak bilang “bloook”, seperti dilansir Radar Semarang (Grup Pojoksatu.id), Kamis (29/1).


Wartawan yang mendengar kata-kata itu langsung menggeruduk rumah dinas Bupati yang direncanakan akan digunakan menggelar aksi. Hingga belasan wartawan yang tergabung dalam Laskar Pantura pun langsung datangi rumah dinas bupati untuk klarifikasi atas tindakannya tersebut. Seorang jurnalis TV, Triono menilai , ucapan hinaan itu bukan kali pertama dilontarkan Bupati. Setiaknya sudah tiga kali Bupati mengancam jurnalis terkait dengan sejumlah pemberitaan di media. Ia menyesalkan apa yang telah dilakukan bupati Batang tersebut. “Seorang bupati pak, statemennya bisa dijadikan berita,” kata Triono saat klarifikasi.

Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo berkilah dan tidak bermaksud menghina wartawan. Dihadapan belasan awak media, ia meminta maaf atas ucapannya tersebut. Ia berdalih jika perkataanya tidak bermaksud menghina wartawan. “Saya tidak bermaksud seperti itu (menghina, red). Memang saya kalau ngomong terbiasa ceplas-ceplos. Namun saya meminta maaf kalau atas ucapan itu saya menyinggung teman-teman wartawan,” katanya.

Yoyok berjanji akan memperbaiki ucapannya dalam setiap kesempatan, maupun dalam komunikasi dengan awak media. “Saya akan memperbaiki diri, baik ucapan maupun tabiat saya itu. Termasuk menjaga hubungan baik dengan teman-teman media,” janji Yoyok.

Sekretaris PWI Pekalongan, Suryono Sukarno, menyayangkan apa yang telah diucapkan Bupati Batang karena jelas menghina profesi jurnalis. “Seharusnya, sebagai pejabat bisa bijak dalam mengeluarkan statmen atau bertutur kata. Apalagi dia (Yoyok) seorang pimpinan daerah yang menjadi panutan bagi bawahannya,” katanya. Ia berharap insiden tersebut merupakan yang terakhir terjadi. Sehingga kedepan hubungan awak media dengan pemkab setempat bisa berlangsung harmonis. “Semoga ini yang terakhir. Sebab pemkab maupun media sama-sama saling membutuhkan. Sehingga kedepan bisa lebih harmonis,” tandasnya. (mg12/fth/dep)