DPR: Tender di ISC Pertamina Sarat Kepentingan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Ada dugaan terjadinya tarik menarik kepentingan dalam proses tender oleh Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina. Sorotan kritis atas hal itu, selain datang dari para pengamat ekonomi, juga datang dari angota parlemen.

Anggota DPR Komisi VII, Iskan Qolba Lubis menganggap tender untuk periode bulan April 2015 dalam pemenuhan kilang pengolahan itu sangat tidak terbuka. Bahkan belum diumumkan pemenangnya.

Diduga, masih terjadi tarik menarik antar kepentingan di dalamnya. Oleh karena itu Iskan mengingatkan ISC Pertamina yang dipimpin oleh Daniel Purba harus transparan dalam semua tender minyak mentah.

“ISC yang juga unit dari Pertamina sebagai corporate publik agar melakukan transparansi dalam tender ini. Dipaparkan semua ke publik. Enggak usah ditutup-tutupi,” ungkapnya dalam keterangan pers kepada wartawan, Jakarta, Kamis (29/1).


ISC Pertamina, kata dia, harus melaksanakan undang-undang dan standar operasional yang berlaku di Indonesia. Selain itu, ia juga menyatakan jika memang ada pihak yang dirugikan atas proyek tertutup itu, DPR bersedia menerima laporan dan akan menindaklanjutinya di Komisi VII DPR RI untuk memanggil ISC Pertamina.

“Kami tunggu laporan masyarakat tentang dugaan tindakan tidak transparannya ISC Pertamina, maka kami bisa menindaklanjutinya,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ISC Pertamina sudah melakukan Tender Pengadaan Impor “Crude Oil” pada Kamis 22 Januari lalu.
Diduga ada conflict of interest dalam pelaksanaannya sehingga proyek ini berjalan tertutup. Akibatnya, banyak pihak mempertanyakannya. (flo/jpnn/ril/ps)