Anggota Satnarkoba Jadi Pengedar, 340 Perwira Dites Urin

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Bukannya memberantas peredaran Narkoba dan mengedukasi masyarakat, anggota Satnarkoba, Bripka Sudirman malah jadi pengedar barang haram tersebut. Ia ditangkap personel Mabes Polri karena menjadi pengedar ratusan gram sabu-sabu dan ribuan butir ekstasi.

Karena tidak mau kecolongan lagi, Kapolres Jakarta Barat Kombespol Fadil Imran, Rabu kemarin menyelenggarakan tes narkoba di GOR Tanjung Duren. Tes tersebut diikuti 340 perwira di Polres Jakarta Barat, termasuk Fadil. ’’Polri harus menjadi pelopor tertib sosial. Karena itu, kami harus bersih-bersih dari dalam,’’ katanya seperti dilansir Jawa Pos.

Tes tersebut diadakan secara mendadak. Ratusan perwira kemarin dikumpulkan dalam rangka apel. Saat Kapolres sedang memberikan pengarahan, puluhan anggota propam tiba-tiba menutup pintu GOR. Dari pintu belakang muncul petugas Biddokes Polres Jakarta Barat. Mereka meminta seluruh perwira mengikuti tes urine. Hasil tes akan diketahui pada Jumat (30/1).

Jika ada yang positif, anggota tersebut akan diperintahkan untuk mengikuti tes darah di Badan Narkotika Nasional (BNN). Tes ulang itu diperlukan untuk mengonfirmasi jenis narkoba yang dikonsumsi. Sebab, ada kasus di polres bandara yang tes urinenya positif. Namun, dia ternyata mengonsumsi obat flu. ’’Jika anggota polres ada yang menjadi pengguna, mereka wajib direhabilitasi atau detoksifikasi,’’ katanya.


Tetapi, kalau ditengarai bagian dari jaringan pengedar, Fadil menegaskan akan melakukan sidang kode etik dan menerapkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.

Semenatara itu, Kabaghumas Polres Jakarta Barat Kompol Heru Julianto terkejut dengan tes dadakan tersebut. Meski demikian, Heru mengakui tes akan diadakan setiap dua bulan untuk mencegah anggota mendekati narkoba.

Sebagaimana diberitakan, pada September lalu, 34 personel Polres Jakarta Barat terbukti positif menggunakan narkoba. Selama sebulan mereka wajib didetoksifikasi di Mapolsek Palmerah. Sebulan kemudian, tes ulang dilakukan. Hasilnya, 18 anggota masih positif menggunakan narkoba. Mereka lantas diperintahkan untuk menjalani detoksifikasi di Lido, Bogor, Jawa Barat. (all/co2/noe)