Ada-ada Saja, Tukang Siomay Masuk Daftar Data Honorer

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Persoalan data honorer kategori satu (K1) dan (K2) tak kunjung usai. Ada saja permasalahan yang dilaporkan masyarakat terkait data para calon abdi negara tersebut.

Di Kebupaten Bekasi, ditemukan persoalan yang sulit dipercaya terkait data honorer. Korda Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi, Jayadi, menyebutkan, dari 278 honorer K2, ada 187 dinyatakan lulus, yang asli hanya 80 orang. Ironisnya, dalam daftar itu ada karyawan swasta masuk dalam daftar tersebut.

Hal aneh lainnya, tukang siomay pun bisa masuk daftar honorer K1. “Tukang siomay itu memang berjualan di sekolah, nah tidak tahu bagaimana kok namanya masuk daftar honorer K1. Sedangkan kami yang guru asli malah tidak masuk daftar K1,” kata Jayadi kepada JPNN, Rabu (28/1).

Dia mengungkapkan, baik tukang siomay maupun karyawan swasta itu bisa masuk daftar honorer karena mendapatkan SK mengajar fiktif.


Untuk memperoleh SK tersebut, yang bersangkutan dimintakan dana puluhan juta. Sedangkan bagi yang ingin masuk daftar honorer K2 dimintai duit sekitar Rp 20 juta sampai Rp 25 juta.

“Kami sudah melaporkan masalah tukang siomay ini dan sudah dibatalkan namanya. Sedangkan yang karyawan swasta ini masih diproses pelaporan kami. Intinya kami tidak rela orang-orang yang tidak berhak mengambil hak kami,” serunya.

Dia menambahkan, Kabupaten Bekasi masih butuh 6.000 PNS khususnya guru. (esy/jpnn/ril/ps)