Panglima TNI Menyerah, Tarik Pasukan dari Pangkalan Bun

Panglima TNI Jenderal Moeldoko

POJOKSATU – Panglima TNI Jenderal Moeldoko tidak bisa memenuhi harapan keluarga korban penumpang AirAsia QZ8501. Nihilnya temuan jenazah dalam pencarian dan evakuasi lanjutan di seputar badan pesawat yang tenggelam di Selat Karimata membuat jajarannya menghentikan upaya evakuasi korban.

Moeldoko memutuskan SAR unsur laut berakhir pada hari ke-30 Selasa (27/1). Dia sudah berkoordinasi dengan KNKT terkait dengan keputusan TNI menarik diri dari lokasi jatuhnya pesawat pada Minggu (28/12).

’’Tim penyelam kami memastikan tidak menemukan lagi jenazah di dalam bodi pesawat,’’ tegas Moeldoko setelah pengarahan kepada perwira komandan satuan TNI-AL di Graha Samudera Bumimoro kemarin.

Kepastian tidak adanya penemuan jenazah itu berdasar laporan Komandan SAR Unsur Laut Laksda TNI Widodo yang juga panglima Koarmabar. Moeldoko semula meyakini banyak jenazah di dalam badan utama pesawat. Dugaan itu meleset setelah penyelam menelisik di dasar laut dan badan pesawat diangkat.


Hanya ada satu jenazah yang mengambang saat badan utama pesawat berusaha diangkat ke geladak kapal Crest Onyx. Upaya pengangkatan badan pesawat sepekan terakhir juga tanpa hasil karena cuaca kurang bersahabat.

’’Kondisi badan pesawat sudah seperti kerupuk. Analisis akan sulit karena kondisi sudah tidak utuh,’’ imbuhnya. (sep/riq/mia/idr/c5/c7/c11/end/ps)